Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Prabowo Heran Setelah Menjadi Presiden Banyak Kekayaan Indonesia Menguap dan Ngalir Keluar Negeri

23 Jun 2026, Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T12:06:07Z

SELAKSA.ID Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam pidatonya di Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa menyampaikan tekat untuk menghentikan kebocoran uang yang menguap dan kekayaan Indonesia. Dia menjelaskan dibawah pemerintahnya akan terus melakukan upaya segenap tenaga menyelamatkan kebocoran tersebut.

Saudara-saudara sekalian, dan begitu banyak uang kita menguap, hilang. Dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” ungkap Prabowo dalam musyawarah ulama NU 23/06/2026).

Dia juga memaparkan dalam pidatonya akan merebut kembali aset Indonesia yang selama khususnya korporat yang beroperasi secara ilegal atau melanggar peraturan di bidang pertanian, presiden gemoy itu tidak akan ada kompromi lagi dengan perusahaan ilegal.

“Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektar kebun kelapa sawit yang melanggar hukum, tidak sesuai peraturan, bikin kebun di hutan lindung, yang memalsukan laporan,” pungkasnya.

Prabowo memaparkan selama pemerintahanya sudah berhasil melakukan perubahan signifikan dalam menindak tambang ilegal, tampa izin yang menurutnya aktivitas tambang-tambang di Indonesia seolah-olah tidak ada hukum di Indonesia.

“Kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin. Tambang-tambang tanpa izin, jadi dianggap seolah-olah enggak ada negara,” tegasnya.

Dia mengaku sangat miris ketika menjadi presiden melihat banyak penyimpangan yang selama ini dibiarkan tampa ada tindakan tegas untuk memperbaiki penyimpangan tersebut termasuk kekayaan Indonesia hilang bahkan mengalir sampai luar negeri.

"Sesudah saya menjadi presiden, saya melihat banyak sekali penyimpangan yg kita biarkan, kita harus mengakui terlalu banyak kekayaan negara hilang bahkan kekayaan tersebut mengalir ke luar negri," 
Ujarnya.

Iklan

iklan