SELAKSA.ID Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Kurnia Ramadhan, menyatakan pembangunan bendungan dan jaringan irigasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian pangan sesuai Asta Cita.
Pernyataan tersebut disampaikan Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Kurnia, pembangunan infrastruktur sumber daya air diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Ia menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah membangun 15 bendungan di berbagai wilayah Indonesia pada periode 2025–2029 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebelumnya, pada 10 Juli 2026, Presiden juga telah meresmikan pembangunan lima bendungan secara serentak di empat provinsi.
"Sesuai instruksi Presiden Prabowo Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun 15 bendungan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga nanti tahun 2029 sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Pada 10 Juli tahun 2026 Presiden Prabowo meresmikan secara serentak pembangunan lima bendungan di empat provinsi berbeda," ujarnya.
"Sesuai instruksi Presiden Prabowo Kementerian Pekerjaan Umum tengah membangun 15 bendungan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga nanti tahun 2029 sebagai bagian dari proyek strategis nasional. Pada 10 Juli tahun 2026 Presiden Prabowo meresmikan secara serentak pembangunan lima bendungan di empat provinsi berbeda," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian PU per Juli 2026, saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sementara 15 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp32,806 triliun.
"Menurut data Kementerian PU per Juli 2026 saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi dan 15 bendungan yang masih dalam pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar 32,806 triliun. Secara total ke-15 bendungan ini diproyeksikan menampung air lebih dari 1 miliar m³ dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lebih dari 200.000 hektar lahan pertanian," pungkasnya.
"Menurut data Kementerian PU per Juli 2026 saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi dan 15 bendungan yang masih dalam pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar 32,806 triliun. Secara total ke-15 bendungan ini diproyeksikan menampung air lebih dari 1 miliar m³ dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lebih dari 200.000 hektar lahan pertanian," pungkasnya.
Selain mendukung kebutuhan air bagi masyarakat, keberadaan bendungan juga dinilai mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui perluasan layanan irigasi.
"Sebanyak 240 bendungan yang tersebar di berbagai titik di tanah air telah mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Adanya bendungan dapat memberikan tambahan suplai air. Kementerian PU mencatat layanan irigasi dari bendungan berpotensi meningkatkan intensitas tanam menjadi 2 sampai 3 kali tanam per tahun atau meningkat 200% hingga 300% per tahun," tuturnya.
"Sebanyak 240 bendungan yang tersebar di berbagai titik di tanah air telah mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Adanya bendungan dapat memberikan tambahan suplai air. Kementerian PU mencatat layanan irigasi dari bendungan berpotensi meningkatkan intensitas tanam menjadi 2 sampai 3 kali tanam per tahun atau meningkat 200% hingga 300% per tahun," tuturnya.
Pemerintah berharap pembangunan bendungan dan jaringan irigasi dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung kesejahteraan petani melalui ketersediaan air yang lebih merata di berbagai daerah.