![]() |
| HMI Cabang Makassar |
SELAKSA.ID Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Makassar resmi menginstruksikan seluruh kadernya untuk turun ke jalan. Aksi demonstrasi bertema "Makassar Darurat Energi" dijadwalkan digelar pada Senin, 14 September 2026.
Instruksi itu disampaikan langsung Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agus salim, dalam pernyataan resmi yang disebar ke internal organisasi.
"Hidup mahasiswa! Hidup! Hidup rakyat Indonesia! Hidup! Baik, kawan-kawan sekalian. Saya selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar menginstruksikan untuk seluruh kader Himpunan Mahasiswa Islam, baik itu koordinator komisariat sampai di komisariat-komisariat Pejajaran HMI Cabang Makassar untuk turut hadir dalam demonstrasi yang akan dilakukan pada hari Senin tanggal 14 September 2026 yang mana kita mengangkat tema sentral yaitu Makassar Darurat Energi," tegas Sarah.
Sarah juga meminta seluruh jajaran komisariat untuk menjaga konsolidasi dan simpul gerakan.
"Jaga simpul kawan-kawan. Saya tunggu kehadiran kawan-kawan sekalian," lanjutnya.
Dalam pernyataannya, Sarah menutup dengan seruan dan salam penutup, "Terima kasih. Billahi taufik wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Aksi "Makassar Darurat Energi" ini muncul di tengah polemik kelangkaan Bahan Bakar Minyak di Kota Makassar dan sekitarnya. Sejumlah SPBU beberapa hari terakhir masih dilaporkan mengalami antrean panjang, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, pengemudi ojek online, hingga angkutan barang.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemkot Makassar telah menggelar pertemuan pada Jumat 11 September 2026. Salah satu solusinya adalah menambah jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam dan membentuk Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean.
Belum diketahui titik kumpul dan rute aksi yang akan dilakukan HMI Cabang Makassar. Namun instruksi ini dipastikan akan menggerakkan jaringan komisariat HMI se-Kota Makassar untuk konsolidasi massa.
Pihak HMI menyatakan aksi tersebut murni sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi energi di Makassar dan upaya mendesak pemerintah serta Pertamina mengambil kebijakan tegas.
