Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Indonesia-Rusia Jalin Kemitraan Investasi Strategis, Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik di Vladivosto

4 Sep 2026, September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-04T10:19:48Z

SELAKSA.ID Indonesia dan Rusia resmi memperkuat kerja sama ke arah "Strategic Investment and Industrial Partnership" Kesepakatan awal tersebut dibahas langsung Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.

Sebagaimana dikutip akun Youtube Sekretariat Kabinet, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan sejumlah bidang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. 

"Tadi kami Bapak Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Putin bersama-sama dengan para menteri dan juga delegasi dari Presiden Putin dan kita membahas banyak hal dan kerja sama potensi kerja sama di berbagai bidang. Baik itu bidang pertanian, kemudian SDM, kemudian kerja sama di bidang mineral dan juga di bidang pertahanan," ujar Rosan dalam keterangan pers (3/9/2026).

Pupuk Indonesia Jajaki Pabrik Urea di Vladivostok

Salah satu tindak lanjut konkret dari pertemuan itu adalah penandatanganan _join study antara Pupuk Indonesia dengan mitra Rusia. 

"Bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia kita baru saja menandatangani join study untuk melihat potensi dari Republik Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk Pupuk Indonesia," kata Rosan.

Dirut Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan studi tersebut bertujuan melihat potensi pengembangan pabrik urea di Vladivostok. 

"Sebagaimana sudah disampaikan sesuai dengan arahan dari Danantara, untuk Pupuk Indonesia bisa semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan juga memperluas ekspansi global, maka pada hari ini tadi kita menandatangani perjanjian MOU untuk join study melihat potensi pengembangan pabrik urea di Vladivostok," ujarnya.

Rahmad menyebut Vladivostok strategis karena menghadap Samudra Pasifik yang selama ini menjadi pasar utama Pupuk Indonesia. "Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia," tambahnya.

Rosan menambahkan, kinerja Pupuk Indonesia yang semakin efisien membuka peluang besar untuk ekspansi ke luar negeri. "Performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Ruschem. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan pangan kita dan juga ketahanan industri kita," jelasnya.

Rusia Tawarkan Kerja Sama Perkapalan dan Percepatan FTA

Selain pupuk, Presiden Putin juga menawarkan kerja sama di bidang perkapalan. 

"Salah satunya juga adalah untuk kerja sama di bidang perkapalan. Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir untuk pengelolaan langsung ikan-ikan kita jika kita menjadi lebih baik kualitasnya," ungkap Rosan.

Presiden Prabowo akan mengirim tim untuk mempelajari tawaran kapal tersebut.

Rosan juga menyebut percepatan ratifikasi FTA Indonesia - Eurasian Economic Union menjadi agenda terdekat. 

"Dan yang setelahnya juga baru akan FTA dengan Eurasia dengan Indonesia juga itu segera diratifikasi sehingga tentunya ini akan memberikan dampak yang positif yang besar terhadap perdagangan. Jadi momentumnya sangat baik, momentum yang sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara," pungkasnya.

Dengan ditetapkannya hubungan Indonesia-Rusia sebagai "mitra strategis", pemerintah menargetkan sejumlah kerja sama dapat segera direalisasikan tahun ini.

Iklan

iklan