Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bupati Jayawijaya Apresiasi Kemdikdasmen, Dorong Pengembangan Sekolah Berpola Asrama

25 Agu 2026, Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T11:30:59Z
SELAKSA.ID - JAKARTA, 22 Agustus 2026 - Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Ronny Elopere, terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan pendidikan inklusif dan sekolah berpola asrama di sejumlah wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) Republik Indonesia melalui Staf Ahli Menteri, Didik Suhardi, Ph.D., dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, 22 Agustus 2026.

Audiensi dilakukan Kepala SMAN Yalengga, Srie Agusty Sundari, atas penugasan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah memaparkan kondisi pendidikan di Jayawijaya sekaligus menyerahkan proposal pembangunan SMAN Yalengga dan SMAN Porome sebagai sekolah inklusif berpola asrama.

Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah kondisi SMAN Yalengga yang telah memasuki tahun keenam, tetapi hingga kini belum memiliki gedung sekolah sendiri.

Kegiatan belajar mengajar masih menggunakan fasilitas SMPN Yalengga. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk menunjang proses pembelajaran yang nyaman, efektif, dan bermutu.

Kebutuhan pembangunan semakin mendesak karena jumlah peserta didik terus meningkat. Pada tahun pelajaran 2026/2027, SMAN Yalengga tercatat memiliki 247 peserta didik.

Kepala SMAN Yalengga, Srie Agusty Sundari, menjelaskan bahwa pengembangan sekolah menjadi sekolah berpola asrama sangat penting untuk menjawab kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, anak-anak yang tinggal cukup jauh dari sekolah membutuhkan dukungan pendidikan yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang aman serta pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan hidup.

Selain SMAN Yalengga, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut mendorong pengembangan SMAN Porome menjadi sekolah inklusif berpola asrama.

Kepala SMAN Porome, Maret Tabuni, menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan dan asrama merupakan bagian penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah Porome dan sekitarnya.

Saat ini SMAN Porome memiliki sekitar 203 peserta didik. Dengan kondisi geografis dan jarak tempat tinggal sebagian peserta didik yang cukup jauh dari sekolah, pola pendidikan berasrama dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat keberlanjutan pendidikan.

Maret Tabuni berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat terwujudnya fasilitas sekolah dan asrama yang layak.

“Sekolah bukan hanya membutuhkan gedung, tetapi juga lingkungan pendidikan yang mampu memastikan anak-anak dapat belajar dengan baik, tinggal dengan aman, dan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan,” ujar Maret Tabuni.

Pengembangan kedua sekolah tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam memperluas akses pendidikan, menekan risiko putus sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas SDM Orang Asli Papua di Jayawijaya.

Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Didik Suhardi, Ph.D., menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam mengembangkan pendidikan berpola asrama.

Proposal pembangunan SMAN Yalengga dan SMAN Porome telah diterima untuk menjadi bahan dalam proses perencanaan dan pengkajian program pembangunan tahun 2027.

Namun, pembangunan sekolah dan asrama membutuhkan perencanaan yang terukur, termasuk memastikan kesiapan dan legalitas lahan.

Pemerintah daerah dan pihak sekolah perlu memastikan tersedianya dokumen pendukung pelepasan tanah yang sah dari pemilik hak ulayat dan/atau sertifikat tanah. Kepastian status lahan menjadi salah satu aspek penting agar pembangunan dan operasional sekolah memiliki kepastian hukum.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya mendukung pengembangan sekolah berpola asrama karena dinilai sesuai dengan kondisi geografis wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Dengan tersedianya sekolah dan asrama, orang tua diharapkan semakin percaya untuk menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah.

Sistem pendidikan berpola asrama juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih terarah, dengan tetap memperhatikan hak anak, kebutuhan perkembangan peserta didik, serta karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat.

Target akhirnya bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi juga generasi yang memiliki keterampilan dan kemandirian untuk hidup serta berkontribusi bagi masyarakat.

Selain membahas pembangunan sekolah, pihak SMAN Yalengga juga melakukan koordinasi terkait tata kelola Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada 24 Agustus 2026, Kepala SMAN Yalengga dijadwalkan melakukan audiensi dengan tim keuangan dan pembiayaan PIP di kompleks Kemdikdasmen, Jakarta.

Agenda tersebut bertujuan memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan data peserta didik sehingga siswa yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dukungan juga disampaikan tokoh masyarakat dan intelektual Distrik Yalengga, Natalis S. Mumpu, S.Pd., S.Sos.

Ia memberikan apresiasi terhadap kerja keras Kepala SMAN Yalengga bersama para guru yang selama ini terus memberikan pelayanan pendidikan meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

Menurutnya, pembangunan sekolah yang layak dan pengembangan pendidikan berpola asrama merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda Yalengga.

Upaya Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Kemdikdasmen tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, terjangkau, berkualitas, dan sesuai dengan kondisi geografis serta kebutuhan masyarakat.

Narasumber:

Srie Agusty Sundari
Kepala SMAN Yalengga
Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan

Maret Tabuni
Kepala SMAN Porome
Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan

Iklan

iklan