Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

PLN Enjiniring Hadirkan Edukasi Green Energy untuk Perkuat Pendidikan Vokasi DKI Jakarta

2 Sep 2026, September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T13:09:19Z

SELAKSA.ID Jakarta - PT PLN Enjiniring melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Green Energy” bagi guru-guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di SMKN 1 Jakarta pada 1 September 2026 tersebut diikuti oleh 51 guru dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidik vokasi dalam menghadapi perkembangan teknologi energi dan ketenagalistrikan.

Mengusung semangat energi terbarukan, ramah lingkungan, hemat dan efisien, serta masa depan berkelanjutan, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan praktik di sektor ketenagalistrikan.

Program edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan PLN Enjiniring terhadap agenda transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Penguatan kompetensi guru dinilai penting karena sekolah vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri energi masa depan.

Manajer Komunikasi dan Manajemen Stakeholder PT PLN Enjiniring, Ibu Fransiska Sinaga, mengatakan bahwa edukasi green energy kepada guru SMK merupakan investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi ketenagalistrikan.

 “Program Edukasi Green Energy ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN Enjiniring melalui PLN Peduli untuk turut mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia dalam menghadapi transisi energi menuju Net Zero Emission 2060. Guru SMK memiliki posisi yang sangat strategis karena pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diteruskan kepada para siswa dan menjadi bekal mereka ketika memasuki dunia kerja.”

Menurutnya, perkembangan teknologi energi terbarukan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dan kesadaran terhadap efisiensi energi, keberlanjutan lingkungan, serta keselamatan kerja.

 “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai sharing knowledge, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan antara PLN Enjiniring dengan MGMP maupun sekolah-sekolah SMK. Dengan demikian, transfer knowledge dari industri ke dunia pendidikan dapat berlangsung secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran vokasi,” ujarnya.

Perkuat Kompetensi Guru Menghadapi Perkembangan Teknologi Energi

Kegiatan Edukasi Green Energy menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang energi, teknologi fotovoltaik, sistem manajemen energi, serta keselamatan ketenagalistrikan.

Ir. Arnisa Stefanie, S.T., M.T., pakar dan praktisi Sistem Manajemen Energi sekaligus penyusun Modul Smart Energy Management Green School, memberikan pemahaman mengenai manajemen energi di lingkungan sekolah, audit energi sederhana, efisiensi energi, serta penerapan budaya hemat energi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Oktarina Heriyani, S.Si., M.T., pakar teknologi fotovoltaik dan transisi energi, membahas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid dan On-Grid, mulai dari konsep, instalasi, operasi, hingga perawatan sistem PLTS.

Aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam edukasi green energy. Ir. Dian Budhi Santoso, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., ahli K3 ketenagalistrikan dan green energy, memberikan pemahaman mengenai keselamatan kerja pada sistem kelistrikan berwawasan green energy, mitigasi risiko tegangan DC, bahaya Battery Energy Storage System (BESS), serta risiko arc flash.

Adapun Muhammad Bayu Abdul Gani, S.T., M.Sc., Environmental & Energy Transition Specialist PT PLN Enjiniring, memberikan perspektif mengenai bauran energi nasional, kebijakan transisi energi, Nationally Determined Contribution (NDC), serta arah dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

MGMP Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan PLN Enjiniring

Pembina MGMP Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-Provinsi DKI Jakarta, Awalusilman, S.Pd., M.Pd., menyambut positif kegiatan Edukasi Green Energy yang diselenggarakan PLN Enjiniring. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri sangat dibutuhkan untuk memastikan kompetensi guru terus mengikuti perkembangan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Edukasi Green Energy yang dilaksanakan PLN Enjiniring bersama MGMP Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-DKI Jakarta. Perkembangan teknologi kelistrikan saat ini sangat cepat, sehingga guru juga harus terus melakukan upgrading pengetahuan dan keterampilan agar pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.”

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih berkelanjutan. 

“Kami berharap MGMP dapat terus berkolaborasi dengan PLN Enjiniring, tidak hanya dalam kegiatan sharing knowledge, tetapi juga dalam pengembangan kompetensi, pelatihan, penyusunan bahan ajar, kegiatan praktik, maupun pengembangan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Khususnya di bidang kelistrikan dan teknologi energi terbarukan, kami ingin guru mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terbaru yang kemudian dapat ditransfer kepada para siswa di sekolah.”

Lebih lanjut, Awalusilman menilai kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

“Harapannya, guru semakin kompeten, pembelajaran semakin aktual dan berbasis praktik, dan lulusan SMK Teknik Instalasi Tenaga Listrik semakin siap menghadapi perkembangan industri ketenagalistrikan dan era transisi energi,” tambahnya.

Membawa Green Energy ke Ruang Kelas

Melalui kegiatan yang diikuti 51 guru MGMP Teknik Instalasi Tenaga Listrik se-DKI Jakarta ini, PLN Enjiniring berharap pengetahuan mengenai green energy dapat diterapkan lebih luas di lingkungan sekolah.

Tidak hanya memahami teknologi energi terbarukan, para guru juga diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mengintegrasikan isu energi bersih, efisiensi energi, teknologi PLTS, manajemen energi, serta budaya keselamatan kerja.

Dengan demikian, edukasi green energy tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diteruskan menjadi pengalaman belajar bagi siswa SMK dan mendukung lahirnya SDM vokasi yang kompeten, adaptif, inovatif, berwawasan lingkungan, serta siap menghadapi kebutuhan industri energi masa depan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi PLN Enjiniring, PLN Peduli, MGMP, dan satuan pendidikan vokasi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi serta mendukung perjalanan Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.

Iklan

iklan