Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Yusril Klarifikasi Isu GRIB: Serahkan ke Aparat, Tolak Kekerasan Ormas

2 Sep 2026, September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T14:24:49Z


SELAKSA.ID Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang / PBB, Yusril Ihza Mahendra, angkat bicara terkait insiden di flyover Cempaka Putih dan pemberitaan yang mengatasnamakan dirinya di media sosial terkait ormas GRIP Jaya.

Pernyataan itu disampaikan Yusril usai menghadiri pelantikan pengurus DPP Pemuda Bulan Bintang periode 2025–2030 di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).

Yusril membantah membuat pernyataan provokatif dan menegaskan tidak pernah menyerukan pembubaran terhadap ormas mana pun.

"Itu orang lain yang menulis. Saya enggak pernah membahas apa-apa. Pada saat itu saya mengatakan bahwa aparat penegak hukum sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden yang terjadi di flyover Cempaka Putih pada waktu itu," ujar Yusril.

Menurutnya, saat ini belum waktunya menyalahkan pihak mana pun karena proses hukum masih berjalan. 

"Saya katakan sementara ini kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, baik perorangan maupun organisasi karena proses penyelidikan belum selesai. Dan ini kita belum dapat mengambil kesimpulan apa-apa," jelasnya.

Yusril menyoroti banyaknya konten di media sosial yang memutarbalikkan ucapannya dengan menggunakan foto dirinya.

"Tapi memang di media sosial banyak sekali omongan saya yang diputarbalikkan. Ada foto saya terus ada tulisan yang enggak tahu siapa yang nulis, bukan saya yang nulis itu. Penulisannya itu seperti itu, antara lain misalnya mengatakan bahwa 'Bubar kan itu, bubar kan ini'. Saya sementara ini tidak dalam posisi seperti itu," tegasnya.

Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Kasus itu sendiri buntut dari peristiwa pascademonstrasi tanggal 27 Agustus yang menewaskan satu orang dan melukai seorang pelajar.

"Saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan-penyidikan. Dan nanti kalau ada bukti permulaan yang cukup, silakan ditetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam kasus atau insiden yang menewaskan seseorang dan kemudian juga melukai seorang pelajar dalam peristiwa pascademonstrasi tanggal 27 Agustus ya," kata Yusril.

*Tolak Kekerasan Ormas*

Ditanya terkait pandangannya terhadap GRIP, Yusril memilih tidak memberikan penilaian khusus. Namun ia menegaskan sikap menolak segala bentuk kekerasan yang dilakukan ormas.

"Saya enggak berikan penilaian apa-apa, ya. Karena memang tentu barang tentu alah... setiap organisasi kemasyarakatan yang ada di tengah masyarakat kita ini bertindak sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, menghormati kemajemukan, dan menggunakan cara-cara damai dalam melakukan setiap kegiatan," ujarnya.

"Dan karena itu, saya tentu tidak setuju kalau ada ormas melakukan tindak kekerasan, bertindak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai sosial, etika keagamaan, hukum yang berlaku. Itu pada organisasi mana pun saya tidak setuju dengan cara-cara seperti itu," pungkas Yusril.

Ia berharap ke depan ormas dan organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah yang mencintai Tanah Air dan menjunjung tinggi HAM.

"Karena itu yang paling baik adalah kita membangun ormas, membangun organisasi kepemudaan yang betul-betul mencintai Tanah Air dan menghargai kemajemukan dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pengakuan dan penghormatan tinggi terhadap hak-hak asasi manusia," tutupnya.

Iklan

iklan