SELAKSA.ID- Pengangkatan Mufli Budi Ananda, yang dikenal publik sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai komisaris di salah satu perusahaan patungan BUMN kembali memantik perdebatan mengenai tata kelola perusahaan negara.
Perbincangan publik bukan semata-mata mengenai sosok yang diangkat, melainkan juga mengenai proses, standar kompetensi, dan pesan yang disampaikan negara kepada masyarakat serta pelaku pasar.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang, mempertanyakan alasan Danantara mengakomodasi sosok yang dinilai tidak memiliki latar belakang yang berkaitan dengan Danantara.
"Pak Prabowo bilang Danantara Indonesia harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan transparansi, kehati-hatian, dan tata kelola yang baik. Dengan Danantara mengakomodasi komisaris yang tidak memiliki latar belakang yang sesuai, artinya Danantara sudah bergerak di luar cita-cita Presiden atas pembentukannya," kata Bintang.
Menurutnya, mengelola Danantara tidak dapat disamakan dengan mengurus pekerjaan pribadi.
"Mengurus Danantara tidak sama dengan mengurus jadwal syuting Raffi Ahmad, pakaian syuting, atau hal lainnya. Danantara menyangkut hajat hidup negara, jadi jangan sembarangan merusak tata kelola dengan merekrut orang yang memiliki latar belakang asal-asalan," tegasnya.
Bintang menilai polemik pengangkatan asisten pribadi Raffi Ahmad sebagai komisaris justru menimbulkan persepsi yang berlawanan di tengah masyarakat. Ketika publik mempertanyakan kompetensi seseorang yang memperoleh jabatan strategis, kata dia, yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu tersebut, melainkan juga kredibilitas Danantara sebagai institusi.
"Saya tegaskan bahwa seseorang yang berasal dari luar dunia korporasi bukan berarti otomatis tidak layak menjadi komisaris. Namun yang menjadi persoalan adalah apakah proses seleksinya dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai seleksi ini hanya lucu-lucuan, yang penting bisa saling mengakomodasi sesama pejabat," lanjut Bintang.
Ia juga menilai pengisian jabatan strategis tanpa mempertimbangkan kompetensi yang relevan berpotensi menimbulkan preseden buruk bagi pengelolaan Danantara di masa mendatang. Jika jabatan komisaris dipersepsikan sebagai ruang kedekatan personal ataupun relasi semata, profesionalisasi Danantara dinilai akan mengalami kemunduran.
Karena itu, Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang, mendesak Danantara membuka secara transparan dasar pertimbangan, parameter penilaian, serta proses seleksi dalam pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris. Menurutnya, keterbukaan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik sekaligus langkah penting untuk menjaga kredibilitas lembaga di mata masyarakat.[]
