Besarnya aksi massa tersebut tidak lepas dari komentar presiden. Prabowo menilai aksi demo dari jakarta, Sulawesi, NTB, Jawa Barat, hingga Sumatera dibayar ratusan ribu.
"Anak-anak itu dibayar demo, ditanya demo mau apa dia gak ngerti, dijawab kami dibayar 200 ribu" ungkap Prabowo dalam pidato acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Prabowo (24/6/2026).
Ini bukan kali pertama Prabowo menyebut pendemo dibiayai, sebelumnya tahun 2025 dia menyampaikan kalangan mahasiswa, LSM, masyarakat yang mengkritik pemerintah dengan label antek-antek asing.
Tuduhan ini antara faktual dan nyata, mengingat banyak kalangan menilai tidak semua demo dibayar, apalagi baru-baru ini ada kasus viralnya BEM di salah satu kampus menerima uang 200 juta.
"Tuduhan prabowo bisa setengah benar setengahnya salah, karena mahasiswa ada yang dibayar saat demo contohnya yang ketahuan bertemu dengan gibran, para ketuanya dibayar. Selain itu Demo dukungan MBG itu dibayar 100 ribu, perihal viralnya video yang memperlihatkan menerima uang saat aksi,"
Jadi, dugaan paling kuat dibayar bisa dibenarkan, jika melihat rentetan realitas beberapa hari terakhir. Tidak semua mahasiswa dibayar, ada yang bergerak karna suara kegelisahan rakyat dan
ada juga suport donasi berasal dari rakyat sebagai penanda mereka tidak dibayar, alasan lain demo mahasiswa tidak dibayar sebab, demo ini berlangsung tidak di satu titik.
