Jeritan tersebut belum memiliki bahasa politik yang rapi, belum ada Manifesto, belum ada teori ekonomi sistematis. Sosialisme muncul dalam tahap perlawanan yang menyala. Sebuah perlawanan yang lahir dari perut yang lapar dan kumpulan orang yang bertahan hidup.
Terkadang amarah perlawanan tersebut meledak di jalanan, menyalahkan api pemberontakan di tengah malam. Ketika kita mendengar kata sosialisme, maka muncul nama seorang kalr marx. Marx bersama dengan Friedrich Engles membentuk kontruksi teori yang menjadi rujukan seluruh dunia hingga kini di seluruh gerakan kiri, tetapi sebelum ada marx sosialisme menjadi teori besar dengan Manifesto dan traktat, sosialisme hidup sebagai jeritan spontan yang lahir dari amarah para tukang sepatu yang dipecat, sebagai gerakan para tukang tenun yang menghancurkan mesin-mesin karena mesin tersebut telah menghilangkan pekerjaan mereka.
Gerakan-gerakan ini disebut sebagai ludisme, nama ini diambil dari tokoh fiktif netlud yang rumornya menghancurkan alat tenun sebagai simbol perlawanan. Ludisme bukan anti teknologi, bukan anti kemapanan dan bukan anti kemajuan tapi melawan penindasan, sebuah perlawanan pada arah perubahan nasib. Menurut kaum ludisme ini, negara berdiri membela para pemodal.
Puluhan netlud dihukum gantung, ratusan lainnya dihukum penjara. Namun api tidak pernah padam, api itu menyebar. Dari api-api itulah muncul ragam-ragam sosialisme awal yang dikenal sebagai cita-cita sosial dan ekspresi sosial.
Dalam fase awal ini, sosialisme belum menjadi suatu sistem terorganisis secara ketat. Sosialisme hidup utopia dalam bayang-bayang masyarakat ideal yang bebas dari eksploitasi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial.
Tokoh-tokoh seperti Henry Saint Simon, Charles Fail, dan Robert Owen pelopor dari fase ini yang kelak akan dikenal sebagai sosialisme utopis. Mereka bukan kumpulan kaum revolusioner yang mengangkat senjata, mereka merupakan pemikir, dermawan, eksperimentalis sosial penata ulang masyarakat lewat logika moral dan desain rasional. Gagasan mereka muncul dari konsep sejarah yang menentukan.
Abad pencerahan seperti revolusi Prancis, dan revolusi industri yang melahirkan semangat egalitarinisme baru. Agar kita bisa memahami sosialisme utopis ini, penulis coba uraikan satu persatu tokoh penting.
Pertama, Henry de Saint Simon yang hidup diantara bayang-bayang kehancuran aristokrasi lama dan bangkitnya masyarakat industri. Lahir dari keluarga aristrokrasi Prancis, dia bisa saja menjalani hidup dengan tenang sebagai bangsawan. Tetapi revolusi Prancis mengubah cara pandang hidupnya, dia menjual gelar dan mencoba menjadi ilmuan, insinyur, dan pekerja produktif bukan bangsawan yang harus menjadi pemimpin rakyat.
Simon percaya tujuan utama masyarakat harus meningkatkan kelas paling miskin. Maka, segala bentuk kekuasaan yang tidak mendukung tujuan itu dianggap tidak sah. Dalam buku "the new cristianity" dia menawarkan semacam agama baru yang menyatukan etika Kristen dengan semangat saintifik dan solidaritas sosial.
Anggapannya, tuhan merupakan landasan prinsip moral untuk mengorganisasikan masyarakat demi kebaikan kaum miskin. Gagasan Simon mendahului banyak ide sosialisme modern, ia sudah berbicara tentang perencanaan ekonomi, pembagian kerja berbasis kompetensi, dan transformasi sosial berbasis teknologi. Ia bukan anti industri, ia justru pelukis masa depan industri yang dikendalikan oleh rasionalitas dan keadilan sosial. Di tangannya, industriliasme buka eksploitasi tapi potensi emansipasi. Namun, Simon tetap pemimpin elitis. Ia bahkan tidak percaya ploretariat atau gerakan massa, justru ia membayangkan perubahan datang dari atas yaitu para saintifik yang sudah tercerahkan. Disinilah letak utopisnya yaitu tidak terlalu percaya pada kebaikan rasionalitas dan terlalu lemah menghadapi kekuatan kelas yang konkret.
Kedua, Charles Forir membawa kita pada imajinasi yang jauh lebih liar dan tahap tertentu jauh lebih radikal. Forir membeci peradaban modern, dia melihat masyarakat borjuis sebagai penjara hasrat tempat manusia dipaksa menyesuaikan diri pada sistem kerja yang tidak manusiawi. Dalam karya utamanya, ia menyebut kerja di pabrik sebagai bentuk penyiksaan psikologis. Baginya, kapitalisme bukan hanya menindas secara ekonomi, tetapi membunuh imajinasi dan kebahagian manusia. Maka atas keyakinan pandangan tersebut, Forir membuat satu komunitas yang dinamai palen stere, satu komunitas utopis tempat manusia hidup dan tempat kerja berdasarkan hasrat yang harmonis.
Foris percaya, manusia punya 12 hasrat dasar jika ditempatkan dalam komunitas yang cocok, kerja bisa menjadi permainan menyenangkan. Bayangkan dunia tampa kemiskinan, tampa kemalasan, dan tampa reprsi seksual. Itulah gambaran dunia ideal yang ingin dia bangun. Selain itu, foris bukan pemimpin kebahagian tetapi dia juga pengkritik kolonialisme, patriarki dan perdagangan global. Ia menyebut praktek pernikahan monogami sebagai bentuk perbudakan perempuan. Ia membayangkan lautan berubah dan planet-planet saling harmonis. Bagi banyak kalangan hal tersebut kegilaan, tetapi kegilaannya bentuk kritik paling tajam terhadap dunia modern yang terlalu serius, kapitalistik untuk memimpikan kebahagian sejati. Hemat penulis, jika Simon teroritikus dan foris adalah pemimpin, maka Robert Owen adalah Industrialis.
Ketiga, Robert Owen sebagai tokoh sosialisme awal, dia berbeda dengan dua tokoh sebelumnya. Owen adalah seorang pengelolah pabrik di newak Skotlandia yang melihat langsung betapa brutalnya sistem kerja kapitalisme. Alih-alih mengeksploitasi, Owen memilih jalur asing bagi seorang kapitalis. Ia mengurangi kerja buruh, melarang anak-anak kerja, memperbaiki perumahan buruh, dan mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak pekerja.
Dalam tindakan ini, Owen percaya bahwa karakter manusia dibentuk oleh lingkungannya. Jika manusia hidup dalam lingkungan buruk, maka hidup mereka buruk. Sebaliknya, jika manusia hidup dalam lingkungan baik maka hidupnya baik. Perspektif tersebut menguatkan keyakinan owen bahwa satu-satunya jalan menuju masyarakat yang baik adalah dengan menciptakan lingkungan sosial yang baik.
Dalam bukunya A New View of Society, owen meengaskan bahwa pendidikan dan pengaturan sosial akan menciptakan manusia baru. Puncak eksperimen owen sendiri saat dia mendirikan komunitas komunal di Amerika bernama New harmony pada tahun 1825.
Dalam mewujudkan eksperimen ini, owen membeli sebidang tanah di indiana dan mencoba menciptakan masyarakat tampa uang, tampa kepemilikan pribadi, dan tampa agama institusional. Semua orang bekerja untuk kepentingan bersama meski akhirnya gagal disebabkan konflik internal dan masalah manajemen. Eksperimen owen menunjukkan bahwa kapitalis bisa bermimpi dunia yang adil. Selain itu, owen mendorong koperasi pekerja, seikat buruh, dan pendidikan progresif.
Lingkaran perintis sosialisme utopis awal menjadi lengkap dengan warnanya masing-masing. Simon dengan visi industri yang terencana, foris dengan mimpi komunitas harmonis, dan owen memimpin pembuktian nyata di lapangan.
