SELAKSA.ID Dokter Tifa menjelaskan pandangannya terkait proses hukum yang dihadapinya lewat pernyataan yang dipublikasikan di akun X pada 18 Juli 2026. Dalam keterangannya, ia melihat bahwa apabila perkara berlanjut ke tahap persidangan, proses pembuktian akan menjadi perhatian utama disebabakan melibatkan banyak dokumen dan saksi.
"Bayangkan kalau sampai sidang terjadi. Siapa yang gemetaran menghadapi 130 BAP yang tingginya 1,5 meter. Siapa yang gemetaran menghadapi cecaran dan blenderan 27 Advokat ganas-ganas kepada 130 Saksi," ungkap dr. Tifa (18/7/2026).
Tifa Fauzia kemudian menyatakan bahwa ia tidak khawatir dalam menghadapi persidangan. Sebaliknya, Tifa menyinggung adanya dugaan dokumen yang dinilainya belum ditampilkan dalam proses perkara.
"Yang jelas bukan saya! Indikasi ada yang gemetaran yaitu dengan disembunyikannya 26 BAP yang isinya Ahli-Ahli dari Polda, 4 Ahli Digital. Forensik dan BAP dari Puslabfor," jelasnya.
Lebih lanjut, peneliti ijazah jokowi tersebut mengatakan dirinya siap menghadapi berbagai kemungkinan atas eksepsi yang diajukannya, baik apabila dikabulkan maupun ditolak oleh majelis hakim.
"Bagaimana jika Eksepsi Dr Tifa ditolak atau diterima? Saya nothing to loose aja. Diterima artinya saya bisa lanjut perjuangan dalam banyak hal. Eksepsi ditolak, ya ayo kita lanjut sidang lagi, yang gemetaran jika lanjut sidang intinya bukan saya. Paham?," tuturnya.
