SELAKSA.ID Ketua KONI NTB saat ini, Mori Hanafi, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI NTB periode mendatang. Ia menegaskan keputusannya maju untuk melanjutkan program yang telah disiapkan dalam rangka NTB menjadi tuan rumah bersama NTT pada PON 2028.
"Saya memang ingin meneruskan apa yang sudah kami perjuangkan di awal terkait dengan NTB dan NTT akan jadi tuan rumah PON tahun 2028," ujar Mori Hanafi saat menyerahkan berkas pendaftaran.
Mori menyebut NTB dan NTT sudah ditetapkan sebagai tuan rumah PON sejak Musornas 13 September 2022. Menurutnya, persiapan yang sudah berjalan hampir 4 tahun ini harus dilanjutkan agar hasilnya maksimal.
"Perjuangan kepengurusan yang saat ini masih, yang sebentar lagi akan berakhir ini sudah begitu panjang dalam langkah persiapan ini. Tentunya saya sebagai ketua saat ini yang akan sebentar lagi berakhir mempunyai keinginan untuk melanjutkan apa-apa yang sudah kita persiapkan dalam 4 tahun terakhir ini," jelasnya.
"Kalau memang ini diberi kesempatan kita akan lanjutkan semua apa yang sudah kita lakukan dalam rangka persiapan ini agar pada PON 2028 nanti kita bisa mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan yang kita inginkan," tambahnya.
*Dukungan Cabor dan Konida Sudah Mengalir*
Mori mengaku sudah memenuhi seluruh persyaratan administrasi pendaftaran. Ia telah membayar uang pendaftaran Rp2 juta, melakukan tes kesehatan, dan mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
"Saya tadi pagi saya sudah cek kesehatan alhamdulillah lolos. Saya cek urin alhamdulillah negatif semua. Saya sudah urus surat keterangan kelakuan baik di Polda, insyaallah besok selesai," katanya.
Ia juga menyebut dukungan dari cabang olahraga dan KONI daerah sudah banyak mengalir.
"Cabor-cabor yang mendukung ini sudah sangat banyak. Mungkin kalau dilihat itu sudah di angka 37, 38 ditambah lagi dengan dari Konida kabupaten kota. Saya contoh salah satu Sumbawa, bahkan dia terbuka menyatakan itu dukungan di media," ungkapnya.
*Target NTB Masuk 5 Besar Nasional*
Mori menegaskan jika kembali terpilih, langkah strategis utama adalah melanjutkan master plan yang sudah disusun untuk PON 2028. Ia optimis NTB bisa masuk 5 besar secara nasional.
"PR besar kita kan besok PON 2028. Di kepengurusan yang kemarin ini kita sudah bikin master plan-nya. Langkah-langkahnya, tahapan-tahapannya sudah ada dalam perencanaan kami," ujarnya.
"Kami optimis bahwa NTB akan masuk 5 besar secara nasional. Target 5 besar itu bukan target muluk-muluk tapi itu target yang pasti bisa kita raih asal kita bisa bersatu, kita bisa bersama," tegas Mori.
Ia juga menyebut akan melakukan penyesuaian dan perombakan kepengurusan sesuai kebutuhan organisasi jika diberi amanah kembali.
"Kita akan melakukan penyesuaian sesuai dengan perkembangan. Tentunya akan kita lakukan perombakan-perombakan sesuai dengan kebutuhan organisasi," katanya.
*Soal Potensi Gubernur Maju*
Menanggapi isu Gubernur NTB akan maju sebagai Caketum KONI NTB, Mori menyambut baik. Ia menilai KONI adalah organisasi besar yang harus dijalankan sesuai AD/ART.
"Kita senang semua anak bangsa, semua anak-anak daerah terbaik ingin mencalonkan diri jadi ketua ini. Kita menyambut baik. Sampai saat ini kami belum tahu. Kalau memang Pak Gubernur daftar, buat kami semua anak daerah terbaik NTB boleh mendaftarkan diri," ucapnya.
"KONI ini organisasi besar, bukan organisasi yang main-main. Tidak boleh cuma gara-gara saya mau maju kemudian saya tidak penuhi syarat. Kita harus taati semua prasyarat yang sudah ditentukan, baik sesuai AD/ART maupun yang dikeluarkan tim penjaringan," tegasnya.
Mori juga meluruskan perbedaan tugas antara KONI dan PB PON 2028. Menurutnya, tugas KONI fokus pada pembinaan prestasi atlet.
"KONI ini murni hanya mengurus masalah prestasi. ATM kita hanya urus bagaimana atlet, bagaimana kita melakukan pembinaan, bagaimana mereka latihan dan bagaimana kita atur pada saat tahun 2028 itu di puncak performanya. Sementara PB PON itu ngurusin kontingen, atlet, tamu, keamanan, kesehatan, pembukaan, penutupan, transportasi," pungkasnya.