SELAKSA.ID Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini semakin tidak menentu. Berbagai konflik bersenjata yang terjadi di sejumlah kawasan dinilai menjadi ancaman serius terhadap stabilitas dan keamanan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pusat dan Daerah seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat (31/7/2026), sebagaimana disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Kabinet.
Presiden menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Menurutnya, perang tersebut telah berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia II.
"Perang Ukraina sudah masuk 26 mungkin "perang Ukrain lebih lama dari perang dunia kedua," tutur Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Bahkan, ia mengingatkan bahwa ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat dipandang sebelah mata.
"Di Timur Tengah meletus lebih parah lagi, bahkan bahaya perang nuklir tidak bisa kita remehkan. kita pun terjadi perang di Myanmar, Thailand, dan Kamboja juga pertempuran yang juga masih penuh dengan ketegangan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk dunia usaha, untuk tetap waspada terhadap dinamika global dan memperkuat ketahanan nasional, khususnya di bidang ekonomi dan pangan, agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat ketidakpastian dunia.