SELAKSA.ID Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih berada di bawah target, namun menilai perlambatan tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Pemerintah pun optimistis kinerja ekonomi akan membaik pada semester II melalui berbagai kebijakan stimulus dan penguatan koordinasi dengan bank sentral.
Hal itu disampaikan Purbaya sebagaimana dikutip Liputan News pada Selasa (4/8/2026).
"Ya, kalau angka kita lihat, produksi dari semua empat lembaga kelihatannya di bawah 5,6%. Untuk kuartal kedua mungkin tidak jauh dari 5,4%. Jadi memang melambat, tapi tidak parah-parah amat," jelas Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan sebagaimana dikutip liputan news pada Selasa, (4/7/2026).
Menurutnya, perlambatan ekonomi pada paruh pertama tahun ini dipengaruhi tingginya ketidakpastian global serta penyesuaian kebijakan fiskal pemerintah.
"Karena pada waktu itu kita berada di puncak-puncaknya tingkat ketidakpastian. Anggaran masih belum jelas. Kita juga masih mengatur bagaimana supaya anggaran kita aman, banyak keluar, dan lain-lain," Ucapnya.
Meski demikian, Purbaya meyakini kondisi ekonomi akan membaik pada semester kedua. Pemerintah, kata dia, akan memperkuat koordinasi dengan bank sentral agar seluruh mesin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
"Tapi saya yakin untuk semester kedua ini pertumbuhannya akan lebih baik. Karena kami akan berkoordinasi lebih ketat dengan bank sentral untuk memastikan semua mesin pertumbuhan bisa jalan," jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi, termasuk insentif bagi kendaraan listrik.
"Kita juga akan memberikan beberapa stimulus perekonomian dalam waktu dekat. Kalau tidak salah, akan mengucurkan stimulus untuk mobil dan motor listrik nanti. Dan langkah-langkah lain untuk mendorong ekonomi akan kita pastikan masuk ke perekonomian," pungkasnya.
Selain stimulus, pemerintah akan memastikan likuiditas sektor keuangan tetap terjaga dan terus memperbaiki iklim investasi guna mendukung aktivitas dunia usaha.
"Termasuk memastikan likuiditas di sistem finansial cukup. Dan bersama bank sentral juga memastikan iklim investasi sudah menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa percepatan realisasi belanja pemerintah pada semester II akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami juga akan memastikan belanja pemerintah di semester kedua lebih lancar dibandingkan dengan semester pertama. Dengan kerja keras, tentunya, di semester 2 ekonomi kita bisa tumbuh dalam kisaran 5,6% sampai 6%," tegasnya.