Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Tenggelamnya ABS (6): CCTV Rusak, Muncul Lowongan Lifeguard yang Buru-Buru Dihapus

22 Sep 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T13:51:23Z
Keluarga Tuntut Kejelasan, Polres Maros Diminta Transparan
SELAKSA.ID Maros – Tragedi tenggelamnya ABS, 6 tahun, saat kegiatan berenang di Marmara Swimming Pool Sekolah Alam Darul Istiqomah (SADIQ), Kabupaten Maros, pada 1 September 2026, hingga kini belum menemukan titik terang. Keluarga korban masih menuntut kejelasan dari pihak sekolah dan aparat.

Dalam laporan ke Polres Maros pada Senin (14/9/2026), orang tua korban menyebut pihak sekolah menyampaikan bahwa CCTV di area kolam renang, ruang kelas, dan jalur menuju kolam dalam kondisi rusak saat kejadian. 

"Pernyataan mengenai kerusakan itu perlu diuji secara hukum. Biarkan proses hukum nanti yang menentukan," ujar UM, kuasa hukum keluarga.

Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen. Pihak sekolah diminta membuka diri memberikan klarifikasi resmi.

Muncul Lowongan Lifeguard yang Dihapus

Yang menambah tanda tanya publik, tak lama setelah kejadian beredar unggahan lowongan kerja untuk posisi _Life Guard_ di lingkungan sekolah tersebut. Unggahan itu kemudian dihapus dan tidak bisa lagi diakses.

Belum diketahui kapan pasti unggahan itu dipublikasikan dan alasan penarikannya. Namun muncul pertanyaan publik: apakah pada saat insiden terjadi memang tidak ada penjaga kolam bersertifikat yang bertugas?

4 Pertanyaan yang Harus Dijawab

Keluarga dan publik kini mengajukan 4 poin yang mendesak untuk dijawab secara terbuka oleh pihak sekolah dan aparat:

1.  Benarkah tidak ada lifeguard bersertifikat yang berjaga saat ABS tenggelam?
2.  Kenapa CCTV di titik-titik krusial disebut rusak bersamaan dengan kejadian?
3.  Kapan dan mengapa unggahan lowongan lifeguard itu dihapus?
4.  Sejauh mana progres penyidikan, Polres Maros, dan kapan hasilnya akan disampaikan ke keluarga dan publik?

Pihak Sekolah Alam Darul Istiqomah (SADIQ) diharapkan segera memberikan klarifikasi utuh, tanpa ditutupi maupun dilebih-lebihkan. 

"Keluarga ABS berhak atas jawaban. Publik berhak atas transparansi. Dan yang paling penting, hal ini tidak boleh terulang pada anak lain," tegas keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi ke pihak SADIQ masih dilakukan. Polres Maros juga belum merilis perkembangan terbaru terkait laporan tersebut.

Iklan

iklan