Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Menakar Dampak Geopolitik Global terhadap Kesehatan Fiskal Indonesia

28 Jun 2026, Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T19:56:38Z

SELAKSA.ID Ditengah tekanan geopolitk yang tensinya begitu kuat di timur tengah dan eropa, apalagi saat ini perang Rusia-Ukraina masih berlanjut tentu resiko kenaikan BBM cukup dalam. 

Dampak dari perang ini yang belum ada tanda-tanda berakhir tersebut membuat pemerintah dipaksa untuk memutar otak memetakan postur APBN mengingat Indonesia masih pelaku importir energi untuk kebutuhan nasional. 

Indonesia telah mengasumsikan harga minyak sepanjang tahun USD 100 perbarel, akan tetapi harga masih pada angka USD 91, 92. Membaca gejala ini, pemerintah mengakui telah mengsimulasikan terhadap postur APBN agar tidak boncos seperti sebelumnya.

Purbaya mengungkapkan amerika, iran, dan Israel sedang mencari cara untuk mengakhiri perang. Menurut purbaya perang ini mengakibatkan kita tertekan, seharusnya ketika ketegangan meningkat, maka tekanan ke Indonesia juga turun. Artinya harga minyak terkendali, dan kita masih punya ruang untuk belanja lebih banyak lagi dari uang yang sebelumnya dipakai pemerintah menutup kenaikan biaya subsidi.

Selain itu, perang masih berlanjut di timur tengah, dampaknya selat hormuz belum dibuka sehingga harga energi masih terus naik. Akibatnya APBN Indonesia akan terkuras dalam menyusaikan belanja. 

Menurut purbaya, langkah pemerintah adalah melihat alternatif lain untuk mengantisipasi hal demikian terutama langkah praktis menunda belanja besar guna menyehatkan APBN agar tetap berkesinambungan.

"Kita akan lihat alternatif-alternatif lain, ada belanja besar yang mungkin akan ditunda atau digeser sampai keadaan membaik. Jadi, kita akan evaluasi akhir bulan juni ini kondisi APBN seperti apa dan kita akan adjust pengeluaran yang lebih baik sehingga APBN kita tetap berkesinambungan," ujarnya saat ditanya pembawa acara CNBC Indonesia (24/6/2026).

Iklan

iklan