Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Badan Komunikasi Pemerintah Beberkan Tiga Fokus Utama Pembenahan Ekosistem BUMN

3 Jul 2026, Juli 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-02T22:32:51Z

SELAKSA.ID Pemerintah tegaskan bahwa transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan saja berorientasi pada pencarian keuntungan finansial semata, melainkan harus memberikan dampak ekonomi yang inklusif bagi masyarakat luas.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal menjelaskan ada tiga pondasi utama yang sedang berjalan dalam membenahi ekosistem perusahaan pelat BUMN.

"Ada tiga bagian ya, restrukturisasi bagaimana SFCS melakukan itu. Kedua, perbaikan tata kelola. Ketiga, peramaian likuiditas," ungkap Fithra Fasial tenaga ahli utama badan komunikasi pemerintah di talk show Metro TV (2/7/2026).

Dia menuturkan bahwa BUMN entitas bisnis, sebagai ekosistem bisnis memang dituntut untuk menghasilkan profit demi menjaga kelangsungan usaha atau disebut going concern. Tetapi, statusnya sebagai aset milik negara membawa tanggung jawab moral dan sosial yang lebih besar untuk kesejahteraan rakyat.

"Namanya juga usaha harus profit tapi inikah milik negara yang mana pada akhirnya dampak ekonomi, kita bicara bagaimana dampak inklusif dari BUMN tersebut terhadap rakyat," pungkasnya. 

Tenaga ahli utama BADKO itu juga menyoroti peranan krusial Danantara sebagai Super Holding BUMN baru yang dilengkapi dengan instrumen Indonesia Development Fund atau Development Management Fund. Hematnya, kehadiran Danantara mengubah paradigma penilaian sebuah proyek investasi negara. Analisis kelayakan tidak lagi hanya pada indikator keuangan yang kaku, melainkan pada multiplier effec terhadap perekonomian nasional.

"Kalau kita bicara mengenai konteks super Holding-nya itu danantara sudah ada IDMF, danantara ada di flow Management fund, yang mana tujuannya buka cuma melihat proyek IRR-nya saja tapi dilihat ekonomi seberapa besar," jelasnya.

Fithra menegaskan bahwa indikator keberhasilan dari investasi dan pengelolaan BUMN ke depan merupakan seberapa besar manfaat real yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pada penciptaan lapangan kerja.

"Return memang harus ada karena itu kan going concernnya, tetapi paling penting tenaga kerja yang diserap dan keuntungan ekonomi buat masyarakat," katanya.

Iklan

iklan