Pernyataan tersebut disampaikan Syukur dalam podcas Chanel youtube Sinkos indonesia. Menurutnya, mekanisme distribusi bantuan seharusnya bisa dilakukan langsung dan jauh lebih sederhana tanpa perlu melibatkan rantai birokrasi yang panjang.
"Kalau presiden mau kasih makan orang gak mampu.Kenapa ada yayasan, kenapa ada SPPG, kenapa ada partainya sendiri, kenapa sekian partai banyak punya dapur segala macem, kenapa ada polisi, ada tentara, kenapa gitu loh," ungkapS yukur Mandar di podcas Chanel youtube Sinkos indonesia tanggal (2/7/2026).
Ia menegaskan bahwa concer utama pemerintah seharusnya dapat memastikan bantuan langsung sampai ke tangan yang membutuhkan, tidak membentuk lembaga baru yang memperpanjang jalur operasional.
"Kan kasih aja orang miskin, simple, kenapa ada BGN? Kita gak butuh BGN yang habisin operasional sampai triliunan rupiah, ngapain?," pungkasnya.
Dalam hal ini, ia menawarkan alternatif solusi yang dinilai lebih efisien dan langsung menyasar target yang membutuhkan yaitu mengoptimalkan jaringan institusi dan elemen masyarakat yang sudah ada, seperti pihak sekolah maupun wali murid.
"Dengan dia distribusi langsung pendiri manfaat atau sekolah atau kerja sama dengan wali murid segala macem, beres kok, kita gak perlu instrumen baru," jelasnya.
