Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bahlil Ungkap Tiga Agenda Strategis Energi, dari Listrik Desa hingga Ketahanan BBM

29 Jul 2026, Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-28T18:28:19Z
SELAKSA.ID Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan tiga agenda strategis pemerintah di sektor energi usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara, Selasa 28/Juli/2026.

Ketiga agenda tersebut meliputi peresmian program listrik desa, implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), serta pembahasan kondisi geopolitik dan ketahanan energi nasional.

Bahlil mengatakan, agenda pertama adalah peresmian program listrik desa yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik di seluruh Indonesia.

"Pertama, peresmian listrik desa.
Kita tahu bahwa dari total desa yang belum berlistrik, ada kurang lebih sekitar 11.000 desa.  
Alhamdulillah, di tahun 2025 programnya sudah selesai sekitar 1.400 desa lebih. Ini akan diresmikan oleh Bapak Presiden dalam waktu dekat, sebelum tanggal 14 Agustus," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, usai melakukan Rapat terbatas di istana negarara, Selasa (28/7/2026)

Agenda kedua adalah implementasi proyek PLTS berkapasitas 100 GW. Menurut Bahlil, pemerintah dalam waktu dekat akan memulai tahap pertama proyek tersebut yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).

"Kedua, implementasi PLTS 100 GW.
Insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai dengan peluncuran ground breaking pertama. Tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan. Nanti Bapak Presiden sendiri yang insyaallah akan meresmikannya," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga membahas perkembangan situasi geopolitik global, khususnya konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, serta dampaknya terhadap ketahanan energi nasional.

Bahlil memastikan pemerintah terus memantau kondisi tersebut dan menyampaikan bahwa persediaan energi nasional masih berada pada tingkat yang aman.

"Ketiga, geopolitik dan ketahanan energi.
Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai. Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude oil, insyaallah di atas standar minimum nasional. Termasuk kondisi LPG," jelas Bahlil.

Iklan

iklan