Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jumhur Hidayat Dorong Pengembangan Bisnis Karbon dan Biodiversity

26 Jul 2026, Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T15:13:43Z
SELAKSA.ID  Jakarta- Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus dicapai dengan mengorbankan lingkungan. Sebaliknya, upaya menjaga dan memulihkan lingkungan justru dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jumhur Hidayat saat menjadi pembicara dalam acara Biodiversity Forum yang berlangsung di Jakarta, Jumat 24 Juli 2026. 

Menurut Jumhur, perkembangan bisnis karbon dan biodiversity credit menunjukkan bahwa aktivitas konservasi lingkungan memiliki nilai ekonomi yang semakin besar. Ia menilai sektor tersebut dapat menjadi peluang baru bagi dunia usaha sekaligus mendukung pencapaian target iklim nasional maupun global.

"Pertumbuhan ekonomi justru dapat dicapai melalui upaya menjaga dan memulihkan lingkungan. Bisnis karbon dan biodiversity kredit adalah contoh nyata nilai ekonomi dari aktivitas konservasi," ungakap Jumhur Hidayat dalam acara Biodiversity Forum di Jakarta pada Jumat (24/7/2026).

Ia juga mengajak perusahaan nasional maupun multinasional untuk mulai memberikan perhatian lebih serius terhadap isu perubahan iklim, perdagangan karbon, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Menurutnya, perusahaan perlu memiliki divisi khusus yang menangani isu-isu tersebut sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

"Skema karbon dan biodiversity memberi peluang baru bagi, dunia usaha sekaligus mendukung target iklim. Saya mengajak semua perusahaan, nasional & multinasional, punya divisi khusus untuk isu iklim, karbon, dan biodiversity," pungkasnya.

Jumhur menekankan bahwa pelaku usaha Indonesia harus mampu menjadi pemain utama dalam bisnis berbasis lingkungan. Dengan melakukan pemulihan lingkungan, nilai ekonomi yang dihasilkan tidak hanya bertambah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan keberlanjutan pembangunan.

"Pelaku usaha Indonesia harus jadi pemain utama dalam bisnis berbasis lingkungan, dengan memulihkan lingkungan, nilai ekonominya bertambah-tambah. Ini dahsyat," ujarnya.

Jumhur juga menilai sudah saatnya paradigma pembangunan yang selama ini identik dengan eksploitasi sumber daya alam diubah menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

"Paradigma membangun dengan merusak lingkungan harus kita geser. Ekonomi bisa tumbuh lewat pelestarian. Bisnis karbon dan biodiversity harus terus dikembangkan. Potensinya besar," tuturnya.

Iklan

iklan