SELAKSA.ID Direktur Eksekutif Indo Barometer, sekaligus kepala badan komunikasi pemerintah (BADKOM) RI Muhammad Qodari
mendeskripsikan gebrakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto merupakan figur utama saat bergulirnya slogan "Reformasi Jilid Dua". Dia menjelaskan, bahwa reformasi 1998 berfokus pada penataan sistem politik, maka era Prabowo sekarang sebagai momentum besar membenahi perekonomian nasional.
Pernyataan Qodari disampaikan pada acara talk show "Jejak Perubahan" oleh TVOne pada Selasa (30/6/2026).
"Kemarin digaungkan reformasi jilid dua, tahu nggak bahwa sebetulnya tokoh reformasi jilid dua itu Prabowo Subianto, karena pak Prabowo ingin menata ulang ekonomi kita," ungkap Muhammad Qodari pada acara talk show jejak perubahan di TVone, tanggal (30/6/2026).
Ia menuturkan gerakan reformasi yang terjadi hampir tiga dekade sebelumnya belum berhasil membawa kesejahteraan. Ia menambahkan ekonomi saat itu alih-alih berhasil, sistem ekonomi pasca-1998 dinilai paradoks sehingga mengalami penurunan kualitas yang melahirkan banyak ketimpangan.
"Reformasi jilid satu itu lebih kepada penataan sistem politik, tapi sistem ekonominya nggak membaik dan malah memburuk gitu, sehingga selama 30 tahun dia melahirkan apa yang disebut pak Prabowo sebagai serakah nomic," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut pria yang dikenal sebagai direktur lembaga survei indo barometer mengenalkan terminologi baru untuk mengsimulasikan metode praktik ekonomi rakus tersebut terutama bentuk ekonomi ekploitif yang dinilainya menggerogoti masyarakat dari tingkat bawah sampai hulu industri. Dia mengguanakan terminologi fenomena "Pampir Nomic" (ekonomi vampir) yang menghisap kemampuan daya beli dan hak-hak masyarakat.
"Izinkan saya pakai terminologi Pampir nomic, dan pampir nomic ini terjadi di semua level. Level bawah terjadi rentenir, masyarakat kita tidak berdaya kalau membutuhkan biaya untuk berobat dan berusaha harus pinjam ke rentenir, ilegalnya komprehensif, legal di hulu, dan ilegal di hilir. Di hilir menggunakan lahan-lahan ilegal, di ujungnya jualan under invoicing," ujarnya.
Qodari tegaskan bahwa keputusan-keputusan kebijakan oleh Prabowo Subianto sangat kekinian sebagai alarm pengingat bagi rakyat Indonesia. Prioritas utama Prabowo adalah memotong rantai ekonomi yang sangat eksploitatif, dan memprioritaskan untuk mengembalikan tata kelola negara ke jalur yang benar.
"Pak Prabowo ingin mengingatkan kembali kepada kita hal-hal yang selama ini kita lupakan, dikembalikan ke arah yang benar," tegasnya.
