SELAKSA.ID Harga emas dunia kembali menguat setelah data inflasi Amerika Serikat sesuai perkiraan pasar. Kondisi ini menekan nilai tukar dolar Amerika dan imbas hasil obligasi pemerintah sehingga meningkatkan minat investor terhadap emas.
Harga naik 0,69% ditutup pada level 4.026 di Amerika 92% per-on. Sebab dari naiknya angka ini sebagai akibat naiknya harga minyak dunia sebesar 2% setelah sebuah kapal kargo kena proyektil di dekat oman.
Insiden tersebut memicu kembali kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di selat hormuz, jalur utama distribusi energi dunia.
Ditengah meningkatnya ketegangan, harga minyak brand ditutup pada harga dilevel 75,25 dolar perbarel, sementara WTI naik naik menjadi 71,29 dolar perbarel. Para analis pasar mencermati kombinasi entitas ketidakpastian Timur Tengah dan kebijakan moneter the FED akan menjadi penggerak volatilitas market pasar dalam jangka waktu pendek.
Para investor kini disarankan untuk tetap waspada terhadap dinamika ketidakpastian pasar saat ini, mengingat setiap variabel ketidakpastian eskalasi lanjutan di Timur Tengah yang menjadi jalur vital distribusi energi memicu loncatan harga komoditas yang memperkuat daya tarik emas sebagai aset pelindung ditengah ambiguitas global.
