Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Prof. Nasaruddin Umar: Menemukan Kembali Kedalaman NU

22 Agu 2026, Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T13:38:20Z
SELAKSA.ID Ada masa ketika organisasi membutuhkan pemimpin yang kuat menggerakkan struktur. Tetapi ada pula masa ketika organisasi membutuhkan seseorang yang mampu mengembalikan kedalaman pada makna perjuangan.

NU hari ini berada di antara keduanya. Ia besar secara jumlah, luas secara jaringan, dan kuat secara sejarah. Tetapi kebesaran itu membutuhkan kedalaman: kedalaman ilmu, kebijaksanaan, keteladanan, dan kemampuan membaca perubahan zaman.

Di titik inilah Prof. Nasaruddin Umar layak dilihat sebagai sosok yang memiliki karakter kepemimpinan yang dibutuhkan NU. Bukan semata karena pengalaman dan posisinya, tetapi karena tradisi intelektual yang melekat pada dirinya. Ia datang dari dunia keilmuan, pesantren, dan pergulatan pemikiran Islam yang panjang.

NU tidak kekurangan orang pintar. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menjadikan ilmu sebagai kebijaksanaan. Sebab kepemimpinan NU bukan hanya soal mengetahui banyak hal, tetapi tentang bagaimana pengetahuan melahirkan keteduhan, bagaimana perbedaan dirawat, dan bagaimana agama hadir sebagai jalan kemaslahatan.

Prof. Nasaruddin Umar memiliki ruang untuk memainkan peran itu. Ia dapat menjadi jembatan antara generasi, antara tradisi dan perubahan, antara pesantren dan dunia intelektual, bahkan antara kehidupan keagamaan dan persoalan kebangsaan yang semakin kompleks.

Di tengah zaman yang bergerak cepat, NU membutuhkan pemimpin yang tidak ikut tergesa-gesa. Pemimpin yang mampu melihat lebih jauh daripada sekadar momentum politik, dan lebih dalam daripada sekadar kepentingan organisasi. NU membutuhkan horizon.

Horizon itu adalah bagaimana NU tetap menjadi rumah besar keislaman yang berakar pada tradisi, tetapi mampu berbicara kepada dunia yang terus berubah. Tentang pendidikan, teknologi, lingkungan, kebudayaan, kemanusiaan, generasi muda, hingga masa depan bangsa.

Karena itu, mendukung Prof. Nasaruddin Umar bukan sekadar memilih nama untuk menduduki kursi Ketua Umum PBNU. Lebih jauh, ia adalah ikhtiar memilih corak kepemimpinan: kepemimpinan yang menempatkan ilmu di atas kegaduhan, hikmah di atas kepentingan sesaat, dan kemaslahatan di atas ambisi pribadi.

Pada akhirnya, NU tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu membawa organisasi berjalan. NU membutuhkan pemimpin yang mampu membuat organisasi mengerti ke mana harus berjalan.

Prof. Nasaruddin Umar adalah salah satu sosok yang layak untuk mengemban amanah itu.
Oleh : Aditya Pratama 
Direktur Moderat Institute 

Iklan

iklan