SELAKSA.ID - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama / NU menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama / PBNU periode 2026-2031.
Penetapan dilakukan secara musyawarah oleh sembilan ulama senior Majelis Ahlul Halli wal Aqdi / Ahwa di Jombang, Jawa Timur, Senin.
Bursa calon ketua umum PBNU sebelumnya mengerucut pada lima nama berdasarkan suara terbanyak para muktamirin. Kelima nama itu adalah Abdul Hakim Mahfudz, Zulfa Mustofa, Abdus Salam, Sofyan Yahya, dan Abdul Ghofur Rozin.
Selanjutnya Majelis Ahwa menggelar pertemuan tertutup di kediaman KH Abdul Wahab Chasbullah, Jombang. Dalam pertemuan tersebut, anggota Ahwa secara musyawarah mufakat memilih KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai ketua umum PBNU yang baru.
NU Organisasi Keagamaan, Bukan untuk Berpolitik
Usai ditetapkan, Gus Kikin menegaskan arah organisasi di bawah kepemimpinannya.
"NU adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan yang ya bukan untuk berpolitik," ujarnya.
Menurut Gus Kikin, seluruh potensi yang ada di NU akan dioptimalkan. "Semua potensi yang ada di NU itu kita akan coba, kita wadahi karena itu memang potensi-potensi yang ada itu memang harus dioptimalkan," katanya.
Ia juga menekankan bahwa NU akan kembali pada dasar-dasar agama dalam setiap langkah organisasi. "Kalau ada gesekan ya mungkin gesekan, tapi kalau jalannya berbeda jadi kita itu kembali lagi bahwa itu ke organisasi keagamaan kemasyarakatan. Jadi kita itu dasar-dasar agama itu kita gunakan," jelasnya.
Profil Gus Kikin
KH Abdul Hakim Mahfudz adalah cucu dari Nyai Hj. Khadijah Hasyim, putri sulung pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari.
Saat ini Gus Kikin dipercaya menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan dari almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah, adik kandung Gus Dur.
Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU 2026-2031 resmi berada di tangan pengasuh pesantren tertua di Jombang tersebut.