Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Pemkab Loteng Sebut 320 warga Terdampak Kebakaran Sade Sedang Dilakukan Penanganan Darurat

24 Agu 2026, Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-23T22:18:53Z
SELAKSA.ID — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Kebakaran yang terjadi Senin malam (24/8/2026) menghanguskan 89 rumah, 1 masjid, 1 museum, serta beberapa artsop milik warga.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyebut data sementara tercatat 120 Kepala Keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat diwawancarai oleh reportnya suara NTB pada Minggu 23 Agustus 2026.

"Ini adalah bencana yang tidak pernah kita inginkan. Namun ini tugas dan tanggung jawab kebersamaan kita semua. Data sementara yang kami peroleh, jumlah terdampak sekitar 320 jiwa dari 120 KK," ujar Bupati Pathul saat meninjau lokasi bersama Forkopimda, Selasa (23/8/2026).

Bupati menjelaskan seluruh unsur, mulai dari Kapolda NTB, Gubernur, Dandim, Kapolres, hingga Kepala Desa dan Camat, langsung turun ke lapangan malam itu juga untuk bahu-membahu membantu warga.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab fokus pada 3 hal: trauma healing anak-anak, pemenuhan kebutuhan makan 3 hari ke depan, dan kesehatan. Dinas Pendidikan juga diminta memberikan edukasi di sekolah, sementara Dinas Kesehatan sudah diterjunkan.

"Hari ini kita berpikir tentang dampak dalam waktu dekat. Trauma healing anak-anak, kebutuhan makan, menjaga kesehatan. Sarana ibadah juga harus dipikirkan. Kami sudah rapatkan di mana dapur umum dan apa yang harus disiapkan," jelasnya.

Untuk tempat pengungsian, Pemkab telah menyiapkan Rusunawa dengan 40 lokal di dekat lokasi. Namun sebagian besar warga untuk sementara mengungsi ke rumah keluarga. 

Soal kerugian, Bupati menyebut masih dalam proses penghitungan. Ia juga menyinggung soal material rumah adat Sade yang atapnya dari ilalang sehingga api cepat merambat habis dalam hitungan menit.

"Ini jadi referensi kita ke depan. Apakah ilalang ini tetap kita pertahankan atau kita diskusikan bersama budayawan dan ahli teknik agar tidak terjadi lagi. Tapi itu nanti. Yang utama sekarang adalah manusianya dulu yang harus kita pikirkan," tegasnya.

Bupati juga memastikan dampak ekonomi seperti hilangnya guit dan artsop milik warga akan ikut dipikirkan dalam tahap pemulihan selanjutnya.

Iklan

iklan