Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bukan Militer, Pakar: Kurikulum Koperasi Harus Fokus pada Manajemen dan Marketing

27 Jun 2026, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T11:04:44Z

SELAKSA.ID kematian empat serjana penggerak koperasi dessa yang mati dalam latihan fisik semi militer saat ini memicu perdebatan publik tentang relevansi basis latihan dan realisasi lapangan. Pajar kebijakan publik sekaligus akademisi Achmad Nur Hiadyat menyarankan untuk menghentikan latihan fisik terhadap petugas koperasi untuk menghindari kejadian serupa.

"Sebenernya kalau kita mau mencegah betul-betul agar tidak terjadi di massa depan, ada empat hal yang harus dilakukan. Pertama, berhentikan moraturium sekarang. Seluruh latihan fisik yang tidak ada kaitannya dengan koperasi desa itu harus dihentikan. Diaudit lebih Dahulu baru dilanjutkan," ungakap Achmad Nur hidayat, pakar kebijakan publik UPN Veteran jakarta saat tampil di acara apa kabar Indonesia pagi, (27/6/2026).

Dia juga menyarankan agar dilakukan audit independen terhadap kasus kematian tersebut, menurutnya kematian itu kesalahan kebijakan pelatihan yang tentunya desain pelatihan berasal dari pusat.

"Selanjutnya, audit harus independen. Tidak hanya datu pelaksanaan saja karena ini diadakan di seluruh Indonesia. Artinya kalau meninggal di pusat itu kesalahan unit dan desain kebijakan," ujarnya.

Ia mengungkapkan pelatihan koperasi harus relevan dengan tugas dan fungsi, sebab substansi koperasi adalah market yang menurutnya kurikulum koperasi hanya pada pada tataran manajemen, pencatatan hingga market.

"Kembalikan kepada kurikulum koperasi yang kerjaannya manajerial, pencatatan, tata kelolanya, suplay change termasuk pencarian pasarnya," lanjutnya. 

Selain itu juga, dia menegaskan bahwa hal urgen yang penting dipelajari oleh petugas korporasi tentang marketing, hanya dengan cara ini koperasi bisa hidup jika petugas menguasai strategi penjualan.

Basis koperasi itu pasar, karena kalau anda punya suplay dari masyarakat tapi anda tidak mampu menjual berarti tidak belajar marketing," pungkasnya.


Iklan

iklan