Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Respons Kematian Peserta KDMP, Kemenhan: Pelatihan Ditujukan untuk Integritas

27 Jun 2026, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T14:27:30Z

SELAKSA.ID KEMENHAN memberikan pernyataan terkait kasus kematian 5 orang calon KDMP. Menurut kemenhan bahwa dalam pelatihan ala militer ini telah memberikan standar keselamatan, transparansi dan tanggung jawab institusional terhadap penerapan pelatihan.

Pelatihan yang diklaim sudah terukur tersebut tetapi mengalami paradoks sehingga lima orang meninggal menjadi polemik pada discourse publik akhir-akhir ini. Publik secara eksplisit mempertanyakan terukur tampa ada pertimbangan logis khususnya kesiapan fisik para peserta.

Banyak pengamat kebijakan publik menganggap ini sebuah paradoks, dimana kultur militer masuk dalam pendidikan sipil yang notabene pada pembentukan aspek pikiran. Apalagi memasukan latihan versi militer tidak linear dengan ekosistem masyarakat sipil. Sebab, menggunakan pendekatan metode militer untuk mendidik warga sipil hanya menghasilkan resiko jika tidak disertai dengan adaptasi medis yang pedagogis.

Menjawab kritik tersebut, kemenhan beserta jajaran para jenderal purnawirawan mengklaim penerapan pelatihan sudah terukur.

"jadi untuk porsi latihan dari saudara saudara kita yang tergabung dalam SPPI ini, semunya sudah terukur" ungkap Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan dalam keterangan pers, (27/6/2026).

Kementerian pertahanan menjelaskan lebih lanjut tentang alasan penerapan latihan militer ditengah ambiguitas dan pesimisme publik terhadap tujuan latihan semi militer. Mereka mengungkap bahwa pelatihan tersebut untuk persiapan agar para pegawai memiliki integritas, kedisiplinan dan etos kerja.

"Artinya terukur adalah, ini memang bukan untuk menjadi militer, tetapi adik adik ini disiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan etos kerja. Sehingga porsi sejak awal itu tidak berat," pungkasnya.

Iklan

iklan