SELAKSA.ID Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Kurnia Ramadhan, menyatakan Program Jembatan Perintis atau Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto telah mencapai hampir 50 persen dari target pembangunan secara nasional. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat pembangunan jembatan di daerah terpencil dan wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Pernyataan itu disampaikan Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Kurnia, Program Jembatan Garuda merupakan bagian dari Satuan Tugas Khusus Darurat Percepatan Pembangunan Jembatan yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025. Pembentukan satgas tersebut dilakukan setelah banyaknya laporan dan video yang memperlihatkan anak-anak sekolah di daerah terpencil harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai karena belum tersedianya jembatan yang layak.
Kurnia menjelaskan, pemerintah menunjuk TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana program tersebut karena dinilai memiliki kemampuan teknis dalam pembangunan jembatan serta didukung jaringan komando kewilayahan yang menjangkau hingga tingkat desa.
"Penunjukan TNI Angkatan Darat sebagai pelaksana program ini didasari sejumlah pertimbangan. Satuan Zeni TNI Angkatan Darat memiliki kemampuan teknis pembangunan jembatan didukung jaringan komando kewilayahan yang menjangkau hingga tingkat desa," jelasnya.
Kurnia memaparkan berdasarkan data Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026, Program Jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 titik jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.416 titik atau 49,9 persen telah selesai dibangun, sedangkan 1.422 titik atau 50,1 persen masih dalam tahap pengerjaan.
"Berdasarkan data Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026 program Jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 titik jembatan yang tersebar di 38 provinsi. Dari target tersebut sebanyak 1.416 titik atau 49,9% telah selesai dibangun sementara 1.422 titik lainnya masih dalam pengerjaan atau berkisar 50,1%," papar Kurnia.
Ia menambahkan, hingga saat ini Program Jembatan Garuda telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan jumlah penerima manfaat mencapai 252.500 jiwa. Selain itu, pembangunan jembatan juga mempermudah akses menuju sekitar 8.500 sekolah, 4.250 fasilitas kesehatan, serta 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar.
"Hingga saat ini program Jembatan Garuda telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan penduduk penerima manfaat mencapai 252.500 jiwa. Program ini turut mempermudah akses menuju 8.500 sekolah dan 4.250 fasilitas kesehatan serta menghubungkan 4.360 fasilitas ekonomi seperti pasar. Secara rata-rata waktu tempuh masyarakat pada titik-titik yang telah tersambung jembatan berkurang antara 45 hingga 50 menit," tuturnya.
Deputi III BAKOM RI tersebut juga mendambakan sumber Anggaran berasal dari APBN dan Pemerintah daerah. Selain itu, pemerintah akan melaporkan mekanisme secara berjenjang apabila apabila ada kerusakan.
"Pendanaan program ini mayoritas bersumber dari APBN dengan sebagian dari pemerintah provinsi dan daerah swadaya masyarakat serta program TNI manunggal membangun desa dan Kementerian Pertahanan. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme pelaporan berjenjang apabila masyarakat menemukan kerusakan," ungkapnya.