Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Gelombang Protes Mengarah ke DPP Demokrat, KOMANDO Bawa Lima Tuntutan terhadap Dody Hanggodo

23 Jul 2026, Juli 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-23T14:14:38Z

SELAKSA.ID Jakarta, – Koalisi Mahasiswa Nasional Demokrasi (KOMANDO) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPP Partai Demokrat sebagai bentuk protes terhadap dugaan persoalan tata kelola pemerintahan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

Massa akan mendesak Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk segera mengevaluasi kadernya, Dody Hanggodo, yang saat ini menjabat sebagai Menteri PU.(23/07/26) 

Koordinator Lapangan (Korlap) Arsan menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial yang dijamin oleh konstitusi serta bertujuan mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

"Kami datang bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk mengingatkan Partai Demokrat agar tidak menutup mata terhadap berbagai polemik yang berkembang. Jangan biarkan kader yang tidak berkualitas menduduki jabatan strategis, dan jangan lindungi kader yang tidak berintegritas. Kepentingan rakyat harus berada di atas kepentingan politik," tegas Arsan.

Dalam Aksi tersebut, KOMANDO Membawa Iima Tuntutan Utama:

Pertama, Mendesak audit menyeluruh terhadap rencana kunjungan kerja luar negeri Kementerian PU. Kedua, Menolak mutasi ASN yang dinilai tidak objektif dan meminta pemulihan sistem merit. Ketiga, Mendesak DPP Partai Demokrat segera mengevaluasi Dody Hanggodo sebagai Menteri PU. Keempat, Meminta Presiden RI mengambil langkah tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran etika maupun hukum. Kelima, Mendesak KPK RI mengusut dugaan konflik kepentingan dan penyalahgunaan fasilitas negara.

"Kami berharap AHY menunjukkan kepemimpinan yang tegas. Partai Demokrat harus berani mengevaluasi kadernya sendiri jika dinilai telah mencederai kepercayaan publik. Integritas partai tidak boleh dikorbankan demi mempertahankan satu jabatan, dan kami pastikan jika beberapa tuntutan kami tidak di sikapi maka kami akan menggelar aksi demontrasi berjilid-jilid." tutup Arsan.

Iklan

iklan