Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Gerakan Kultural

19 Jul 2026, Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T10:07:31Z
Mawardin, Penulis 
SELAKSA.ID Perubahan sejarah tidak selalu menjanjikan kebaikan, Perubahan kadang terjadi sebaliknya. Sebuah masyarakat yang cenderung konservatif, menganggap semua kemapanan manusia modern dianggap bid,ah. Meskipun demikian, kognisi manusia sebagai makhluk sosial selalu berubah dalam jangka waktu tertentu, bisa terjadi evolutif bahkan revolusioner. 

Manusia sebagai subjek yang hidup, baik secara individu maupun secara sosial membayangkan dunia ideal, dimana bayangan dunia masa depan sebagai tempat kelanjutan eksistensial.


Manusia punya eutophia tentang kesempurnaan masa depan merupakan naluri yang tidak terpisahkan dalam dirinya (personality), itulah alasan kenapa aktivitas manusia sejak dimulainya kehidupan terobsesi dengan kesenangan sehingga terjadi banyak terjadi revolusi, baik revolusi sosial sampai revolusi industri. 

Sejak revolusi industri, narasi besar muncul bahwa sejarah selalu bergerak maju, teknologi maju, harapan hidup tumbuh, ekonomi membaik dan tatanan sosial membaik. Narasi ini seolah-olah peradaban selalu linear dengan kemauan manusia. Namun, Lagi-lagi sejarah tidak menjamin itu terjadi. 

Berkali-kali masyarakat setelah kuat dan mapan justru terjadi keruntuhan secara perlahan tanpa disadari, hal tersebut secara konsesptual diungkapkan oleh jared Diamond, ilmuan dan pengarang Amerika mengatakan keruntuhan peradaban bukan hanya hancurnya bangunan dan negara yang bubar, peradaban juga hancur karena penduduk yang merosot drastis, ekonomi tidak terkendali, masyarakat yang terorganisis kacau dan pemerintah yang kehilangan kendali. Kemudian kondisi tersebut tidak membaik dalam waktu semalam melainkan perlahan membaik dari generasi ke generasi.


Selama ribuan tahun, manusia hidup berdampingan dengan bencana, baik wabah penyakit, kelaparan, krisis ekonomi, dan perang. Ini bukan tragedi langkah melainkan siklus hidup manusia, kerajaan sebuah negara bangkit dengan cepat dan runtuh dengan cepat pula, ketidakpastian dan Kemungkinan terjadi tampa bisa diprediksi sebagai geneologi warisan krisis nenek moyang manusia. hal ini normal mengingat sebagai akibat dari proses aktivitas sosial. 


Ketika dua abad lalu arah sejarah berubah mesin uap ditemukan, produksi massal lahir, pengetahuan berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak saat itu lahir narasi besar bahwa nasib manusia akan membaik dari masa lalu. Sejarawan ekonomi, Joel moyker.


Gerakan kultural adalah salah satu sebuah aktifitas penting dalam perubahan sosial, jika manusia menginginkan sebuah perubahan, maka perubahan kultural bisa saja datang dari berbagai faktor seperti diskusi, value, bahasa, simbol, seni, pola pikir, media dan kebiasaan masyarakat. Ketika menengok sejarah peradaban dunia, perubahan besar seperti revolusi selalu didahului oleh perubahan budaya, misalnya Renaisance pada abad pertengahan.

Pandangan ini memberikan metodologi berpikir koheren dari konsep, historis, strategi dan praktik konkrit lapangan. Sebelum kita memahami lebih jauh sejarah, strategi dan Praktik gerakan kultural terlebih dahulu kita memahami pengertiannya. Gerakan kultural adalah proses perubahan sosial yang dilakukan lewat pengaruh budaya, nilai, simbol, bahasa, pendidikan, seni, kebiasaan hidup masyarakat. Konsep gerakan kultural dalam banyak peristiwa sejarah tidak selalu melalui jalur formal, kebanyakan terjadi lewat jalur informal yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat secara involutif.

Gerakan ini hadir dalam berbagai bentuk, ada yang dibangun dalam kegiatan literas, pendidikan, identitas, seni, keagamaan, adat, dan identitas. Gerakan kultural bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif, pandangan bersama dapat mendorong perubahan sosial secara luas yang bergantung pada kualitas dan kuantitas. Jika perubahannya cepat, maka gerakan tersebut terdapat kualitas yang baik. Secara kuantitas tidak selalu memberikan efek jika gerakan tidak punya basis yang jelas. seperti basis nilai, budaya, manfaat jangka panjang, pembentuk kesadaran dan fleksibilitas:

1. Nilai

Gerakan kultural berangkat dari nilai, sebuah entitas yang diperjuangkan yang dianggap sakral untuk membentuk ide masa depan bersama misalnya keadilan, kemanusiaan, dan kebebasan.

2. Budaya

Gerakan kultural berangkat dari aspek budaya, ini sebuah alat pemersatu karena adanya kesamaan budaya yang berlaku dalam komunal. Kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan budaya cenderung memikirkan pandangan konservatif, mereka menginginkan perubahan yang berbasis pada kearifan tampa meninggalkan identitas.

3. Kesadaran

Gerakan kultural basisnya kesadaran, sebuah aktifitas perubahan eksistensial yang merubah pandangan lama ke pandangan baru.


Dari berbagai macam penjelasan di atas, maka kita bisa melihat lagi bagaimana gerakan kultural dalam peradaban manusia, contohnya Renaisance di Eropa yang menjadi tonggak sejarah moment penting bagi umat manusia sampai pada tahap kita mengenal efek perubahan tersebut. Pada masa renaisance, pemikiran berkembang terjadi khususnya eropa seperti pemikiran humanisme, ilmu pengetahuan, seni, dan kebebasan berpikir.

Orang seperti Leonardo da vinci bukan hanya sebagai subjek penggerak sejarah, melainkan sebagai simbol lahirnya dunia rasional. Selain gerakan renaisans, ada juga gerakan pencerahan yang disebut enlightenment, sebuah gerakan yang menekankan aspek rasionalitas, kebebasan berpikir, dan kebebasan individu. Gerakan-gerakan ini pada akhirnya mempengaruhi lanskap pemikiran eropa dan amerika.

Melihat peradaban eropa dan amerika sekarang, maka kita akan menengok lagi masa lalu yang menjadi pelaku gerakan, orang seperti jhon locke, Voltaire, montesqiu, jacques Rousseau telah menjadi sesuatu yang tidak terpisahkan dari peradaban modern eropa dan amerika.


Selain renaisans, ada gerakan kultural yang disebut gerakan hak sipil di Amerika Pada abad ke-20. Melihat gerakan kultural di ini, kita dapat mengerti bagaimana sebuah entitas budaya mempengaruhi menjadi alat perubahan sosial dan perjuangan, baik lewat seni, simbol, pidato, dan sastra untuk melawan diskriminasi ras.

Tokoh-tokoh penting yang menjadi bagian dari monument ini orang seperti Martin Luther King Jr, malcom x, dan Rosa Parks. Dari semua bentuk rangkaian peristiwa sejarah.

Gerakan mahasiswa tahun 1968 di Prancis khususnya dan negara lain pada umumnya menunjukkan anak muda dapat menjadi sebuah entitas kekuatan politik, media gerakan seperti musik, dan diskusi kampus menjadi bagian penting dalam gerakan.

Selain dari itu, Indonesia juga punya sejarah dalam gerakan kultural ketika massa kolonial, gerakan kultural hadir melalui pendidikan, pers, sastra, dan organisasi kepemudaan. Tokoh yang terlibat dalam gerakan itu misalnya kihajar dewantara yang menggunakan pendidikan sebagai alat pembebasan, selain itu ada organisasi budi Utomo dan sarekat Islam yang menggunakan pendekatan budaya dan sosial kemasyarakatan. 

Peristiwa Sumpah pemuda yang di dalamnya ada bahasa, dan persatuan tanah air menjadi corak menonjol, bahkan sastrawan modern khairil anwar dan Pramoedya Ananta Toer terlibat membentuk satu identitas nasional. Gerakan kultural pasca kemerdekaan, misalnya discourse tentang antar kelompok yang ingin menekankan seni, rakyat, nasionalisme, dan kebebasan ekspresi.


Reformasi 1998 merupakan contoh konkrit dalam gerakan Indonesia, tuntutan terhadap otoritarianisme berpindah ke reformasi, sebuah aktifitas yang dilakukan masyarakat sipil dalam merubah arah bangsa yang kita nikmati sekarang. Warisan gerakan tersebut bisa menjadi cort prisncipil untuk mahasiswa ketika menginginkan perubahan sosial, rasionalitas yang memungkinkan jika menginginkan perubahan. 

Mahasiswa yang saat ini terlibat dalam percaturan peradaban perlu memberikan kontribusi nilai relevan dalam era dimana arus kecerdasan buatan menghegemoni dimensi kehidupan. Merumuskan nilai yang relevan pada era teknologi adalah sebuah metode untuk membentuk identitas, apalagi mahasiswa punya massa yang terorganisis dan memiliki budaya literasi.

Iklan

iklan