SELAKSA.ID Menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Provinsi Maluku, Lembaga Pers Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LAPMI PB HMI) meminta pemerintah bersama TNI dan Polri memperkuat sistem pengamanan di wilayah Maluku, khususnya kawasan Laut Arafura dan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Direktur Eksternal LAPMI PB HMI, Fadel Rumakat, mengatakan pengamanan Presiden sebagai kepala negara harus menjadi prioritas utama. Menurut dia, posisi geografis Maluku yang berada di kawasan timur Indonesia serta keberadaan Blok Masela menjadikan aspek keamanan tidak dapat dipandang semata sebagai pengamanan kunjungan kenegaraan, melainkan bagian dari upaya menjaga kepentingan strategis nasional.
"Laut Arafura memiliki posisi yang sangat strategis dalam perspektif pertahanan Indonesia. Kawasan ini berbatasan dengan negara-negara tetangga dan memiliki arti penting dalam dinamika keamanan kawasan. Dengan adanya Blok Masela sebagai salah satu proyek energi terbesar Indonesia, pengamanan harus dilakukan secara maksimal," kata Fadel dalam keterangan tertulis, Rabu.
Menurut Fadel, pengembangan Blok Masela membawa konsekuensi bahwa negara harus semakin memperkuat perlindungan terhadap objek vital nasional. Ia menilai ketahanan energi dan keamanan nasional merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan.
"Ketika Indonesia berbicara mengenai ketahanan energi, sesungguhnya Indonesia juga sedang berbicara mengenai kedaulatan negara. Blok Masela merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga dari berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu kepentingan nasional," ujarnya.
Fadel menambahkan bahwa pengamanan berlapis tidak hanya diperlukan selama Presiden berada di Maluku. Menurut dia, pemerintah perlu membangun sistem pengamanan yang berkelanjutan terhadap seluruh aktivitas di kawasan Laut Arafura, termasuk penguatan patroli laut, pengawasan objek vital nasional, serta koordinasi antarlembaga keamanan.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kunjungan Presiden berlangsung. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan syarat penting bagi keberhasilan pembangunan dan investasi di wilayah timur Indonesia.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kunjungan Presiden harus menjadi momentum memperlihatkan bahwa Maluku adalah daerah yang aman, damai, dan siap mendukung pembangunan nasional," katanya.
LAPMI PB HMI berharap kunjungan Presiden tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menghasilkan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan Maluku, terutama percepatan pengembangan Blok Masela, penguatan infrastruktur kawasan timur Indonesia, serta peningkatan kapasitas pertahanan dan keamanan di wilayah Laut Arafura.
Menurut Fadel, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kawasan strategis nasional tersebut. "Kami percaya keamanan adalah fondasi pembangunan. Ketika kawasan strategis seperti Laut Arafura dan Blok Masela terlindungi dengan baik, maka kepentingan ekonomi, investasi, dan kedaulatan negara juga akan semakin kuat," ujarnya.
