SELAKSA.ID Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan dirinya tidak pernah merencanakan maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden. Ia juga memastikan tidak akan lagi mengejar jabatan politik menjelang Pemilu mendatang.
Mahfud mengungkapkan bahwa pencalonannya sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 terjadi tanpa perencanaan dari dirinya. Menurutnya, keputusan tersebut baru diambil pada hari terakhir pendaftaran setelah dipanggil oleh Megawati Soekarnoputri.
Menurut Mahfud, saat itu muncul kekhawatiran bahwa apabila ia menjadi wakil presiden, maka setelah masa jabatan Jokowi berakhir dirinya akan memiliki peluang besar maju sebagai calon presiden pada pemilu berikutnya.
"Tahun 2019 saya juga diminta Pak Jokowi untuk calon Wapres. Tapi partai-partai tidak setuju. Katanya kalau Pak Mahfud Wapres, habis masa jabatan Pak Jokowi nanti Pak Mahfud yang maju. Saya bilang tidak apa-apa," ungkap Mahfud.
Dalam kesempatan yang sama, Mahfud menegaskan tidak memiliki ambisi untuk kembali menduduki jabatan pemerintahan. Memasuki usia 69 tahun, ia memilih tetap berkontribusi melalui pemikiran dan gagasan bagi bangsa.
"Ke depan saya tidak akan melamar apapun. Saya sekarang sudah 69 tahun. Pikiran saya masih kuat, rohani saya masih kuat. Saya tidak harus secara fisik ikut pemerintahan. Pikiran-pikiran tetap disumbangkan untuk bangsa ini," jelasnya.