Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Sejarah Gerakan Politik Dunia, Indonesia, dan Variabel Perubahan Sejarah

20 Jul 2026, Juli 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-20T15:01:18Z
Mawardin, Penulis 
SELAKSA.ID Gerakan politik merupakan bagian penting dan substansial dalam perjalanan peradaban kita umat manusia. Hampir semua perubahan fundamental dalam sejarah dunia lahir dari rahim gerakan politik, baik yang dilakukan lewat revolusi, perjuanagan rakyat, diplomasi, gerakan rakyat, dan gerakan ideologi.

Awal munculnya gerakan politik ketika sekelompok orang dalam masyarakat komunal merasa ada ketidakadilan, ketimpangan ekonomi, eksploitasi, dan adanya kebutuhan perubahan dalam sistem pemerintahan suatu negara.

Dalam perjalanan sejarah, gerakan ini bukan saja bentuk memperdebatkan posisi kekuasaan negara, melainkan juga adanya perjuangan ideologi dan gagasan. Berbagi ide dalam gerakan politik dari sisi memperjuangkan ide demokrasi, ide kemerdekaan nasional, ide sosialisme, hak buruh, feminisme, hak masyarakat sipil, hingga perjuangan lingkungan hidup.

Dimensi lain, terdapat juga gerakan ini ada yang bercorak otoriter, ultra-nasionalis, dan basis militeristik. Pada bab ini kami membahas secara historis perkembangan gerakan politik dunia dan perkembangan gerakan politik Indonesia, serta beberapa variabel-variabel mendasar yang melatar belakang lahirbya dan berkembangnya gerakan politik.

A. Sejarah Gerakan Politik Dunia

1. Gerakan Era Kuno

Era kuno, gerakan politik terjadi biasanya perebutan kekuasaan kerajaan dan pemberontakan rakyat terhadap pemimpin. Misalnya dalam sejarah yunani Kuno, muncul sebuah gagasan demokrasi di kota Athena yang menjadi tonggak awal partisipasi politik rakyat sipil. Nama filsuf seperti Plato dan Aristoteles telah mulai bahas bentuk negara yang ideal, kekuasaan ideal, dan relasi rakyat sipil dengan negara.

Walaupun demokrasi saat itu masih terbatas untuk laki-laki tertentu, Gagasan ini menjadi dasar fundamental lahirnya politik modern. Selain Yunani, di Romawi, terjadi konflik antara bangsawan dan rakyat yang melahirkan tuntutan sebagai bentuk representasi politik. Gerakan rakyat sipil  Romawi memunculkan suatu sistem hukum dan sistem politik yang lebih terstruktur, sistematis, dan proporsional.

2. Gerakan Politik Abad Pertengahan

Abad pertengahan, kekuasaan politik banyak disebabkan oleh agama dan kerajaan feodal. Namun saat bersamaan berbagai macam muncul gerakan konfrontasi terhadap kekuasaan absolut.

Salah satu hal yang menjadi tonggak penting yaitu lahirnya Magna Carta pada tahun 1215 di Inggris, yang membatasi wewenang raja dan menjadi cikal bakal lahirnya konstitusionalisme modern yang kita kenal sekarang.

Indikator gerakan ini menandai suatu awal kesadaran bahwa kekuasaan pemerintah dan negara harus dibatasi dengan hukum. Di Eropa, kemunculan gerakan reformasi gereja yang dirintis oleh Martin Luther. Reformasi ini dikenal dalam sejarah agama bukan gerakan keagamaan semata, melainkan gerakan politik yang menjadi antitesa dominasi kekuasaan lama.

3. Revolusi dan Gerakan Politik Modern

a. Revolusi Amerika

Jika kita berbicara tentang revolusi. Maka kita memulai revolusi Amerika pada tahun 1776 yang memperlihatkan gerakan politik melawan kolonialisme khususnya Inggris. Gerakan revolusi ini basisnya perjuangan kemerdekaan, hak warga negara, dan repersentatif pemerintahan. Tokoh-tokoh
yang terlibat di dalamnya seperti George Washington dan Thomas Jefferson menjadi lambang perjuangan demokrasi modern.

b. Revolusi Prancis

Selain amerika, revolusi yang tidak kalah populer adalah French Revolution menjadi sebuah gerakan politik paling menentukan dalam peradaban sejarah dunia. Revolusi Prancis ini lahir causalitas membesarnya ketimpangan sosial, ekonomi, dan sistem pemerintahan kekuasaan monarki absolut. Jargon dan slogan Liberté, Égalité, Fraternité (Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan) menjadi dasar yang menginspirasi berbagai gerakan politik dunia. Revolusi Prancis memperkuat pandangan nasionalisme dan hak warga negara.

c. Gerakan Sosialisme dan Buruh

Selain amerika dan Prancis, kita mencoba menengok lagi abad ke-19, dimana munculnya revolusi industri yang melahirkan kesejahteraan kelas buruh modern. Ketimpangan ekonomi yang krusial pemicu lahirnya gerakan sosialisme dan perjuangan hak buruh. Karl Marx dan Friedrich Engels melalui buku The Communist Manifesto mengkritik kapitalisme dan menyerukan perjuangan kelas.

Gerakan buruh selanjutnya berkembang di berbagai negara, memperjuangkan upah layak, jam kerja manusiawi, dan perlindungan sosial yang kita dengan mayday.

d. Gerakan Anti-Kolonialisme

Pada abad 20, banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin melakukan perlawanan sengit khususnya gerakan politik melawan kolonialisme yang dilakukan Eropa.

Tokoh india seperti Mahatma Gandhi dan tokoh besar Afrika Selatan seperti Nelson Mandela memperlihatkan bahwa gerakan politik bisa dilakukan lewat perlawanan massa dan perjuangan moral.

B. Sejarah Gerakan Politik Indonesia

Masa Pergerakan Nasional dari gerakan politik eropa dan amerika lati, kita beralih ke gerakan politik Indonesia, gerakan ini lahir dari pengalaman bersama terhadap kolonialisme Belanda. Dasarnya gerakan politik Indonesia bersifat kultural dan pendidikan, selanjutnya berkembang menjadi gerakan politik skala nasional. Salah satunya gerakan Budi Utomo pada tahun 1908 sebagai sebab awal kebangkitan skala nasional.

Setelah budi utomo muncul organisasi Sarekat Islam, Indische Partij, dan Perhimpunan Indonesia. Tokoh besar seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir mengembangkan sebuah konsep nasionalisme, anti kolonial, dan kemerdekaan.

2. Gerakan Politik Masa Kemerdekaan

Setelah fase gerakan nasionl, muncul fase proklamasi 1945, gerakan politik Indonesia memasuki era mempertahankan hasil perjuangan yaitu kemerdekaan kemudian membangun negara. Berbagai macam partai politik muncul dengan dimensi ideologi dan identitas berbeda: ada nasionalisme, sosialisme, islamisme sampai komunisme. Salah satu corak yang menggambarakan pada fase ini adalah demokrasi parlementer tahun 1950 adalah fenomena dinamika politik yang sangat aktif.

Namun perseteruan secara ideologi dan dinamika politik menyebabkan perubahan elemennter yang kita kenal sebagai demokrasi Terpimpin oleh Soekarno.
 
3. Gerakan Politik Era Orde Baru

Setelah peristiwa 1965, transisi kekuasaan pindah ke Suharto dan lahirlah model pemerintahan orde baru. Pada fase ini, gerakan politik diawasi dan dikontrol oleh negara. Kritisisme terhadap pemerintah dibatasi, partai politik dibuat sederhana, dan peran militer yang sangat besar dalam percaturan politik hingga instansi negara. Tetapi pada fase ini ada gerakan mahasiswa, aktivis HAM, dan kelompok prodemokrasi terus berkembang pesat sampai secara diam-diam hingga pada puncaknnya terjadi reformasi 1998.

4. Gerakan Politik Era Reformasi

Setelah orde baru, reformasi 1998 menjadi hal krusial perubahan besar politik Indonesia modern. Ada berbagai krisis pada masa itu seperti ketimpangan ekonomi, fenomena korupsi, dan otoritarianisme sebagai pemicu demonstrasi skala besar mahasiswa dan masyarakat.

Era reformasi memunculkan demokrasi pluralitas partai, adanya kebebasan pers, pemilu langsung, dan kedudukan masyarakat sipil. Namun tantangan baru yang muncul pada era ini seperti politik identitas, oligarki, disinformasi digital, hoax, dan segmen-segmen polarisasi sosial.

C. Variabel Gerakan Politik

Setelah kita memahami berbagai macam Gerakan politik, akhirnya kita sampai pada abstrak bahwa gerakan politik tidak muncul secara instan. Tetapi muncul lewat berbagai variabel yang mempengaruhi dan pemicunya.

1. Variabel Ekonomi

Ketimpangan, kesenjangan, krisis ekonomi sering menjadi triger subtantif gerakan politik. Contoh sederhananya adalah Kemiskinan, banyaknya pengangguran, inflasi mata uang dan kesenjangan sosial dapat memicu ketidakpercayaan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Contoh lainnya adalah Revolusi Prancis yang kita bahas sebelumnya dan berbagai gerakan lain seperti gerakan buruh modern.

2. Variabel Sosial

Perubahan sosial seperti perilaku masyarakat, transisi kultural, urbanisasi, pendidikan, dan perkembangan kelas menengah dalam taraf ekonomi mempengaruhi kesadaran politik masyarakat secara eksistensial. Ketika pendidikan masyarakat makin tinggi, maka semakin besar dan masih tuntutan terhadap demokrasi dan transparansi publik.

3. Variabel Ideologi

Ideologi merupakan lenskap dan identitas gerakan, baik gerakan sosial maupun politik. Nasionalisme, liberalisme, sosialisme, politik islam, hingga populisme adalah contoh konkrit ideologi pembentuk gerakan. Ideologi memberi kejelasan atah, tujuan, simbol, visi, cita-cita dan narasi perjuangan.
 
4. Variabel Kepemimpinan

Tokoh berwibawa, fenomonal, dan karismatik selalu menjadi sentral penggerak utama dalam gerakan politik. Kepemimpinan sering menentukan  strategi, konsolidasi massa, dan kemampuan mobilisasi, bahkan kepemimpinan  merupakan keputusan tunggal dan referensi pergerakan. Kita bisa melihat contoh ketokohan fenomenal dalam sejarah gerakan politik Soekarno, Mahatma Gandhi, dan Nelson Mandela.

5. Variabel Teknologi dan Media

Di era modern yang kita hidup saat ini, media massa dan media sosial punya pengaruh signifikan terhadap gerakan politik. Signifikansi internet menghasilkan penyebaran informasi secara cepat, aktif, kecepatan mobilisasi massa, dan arus opini publik.

Gerakan politik sekarang dapat berkembang melalui ekositem ruang digital tanpa perlu ketergantungan terhadap organisasi tradisional. Namun sisi negatif yang dihasilkan media digital sering problematik seperti munculnya hoaks, propaganda, dan manipulasi informasi.

Konklusi

Gerakan politik adalah kekuatan penting yang substansial dalam perubahan sejarah manusia. Mulai revolusi besar dunia sampai perjuangan kemerdekaan Indonesia, gerakan politik sering lahir dari kehendak untuk mengubah tatanan yang konservatif ke fase mapan.

Dalam perjalanan perkembangan gerakan politik banyak dipengaruhi berbagai faktor seperti ekonomi, sosial, ideologi, kepemimpinan, dan teknologi. Memahami rentetan sejarah gerakan politik membantu kita melihat siklus perubahan bahwa perubahan sosial dan politik tidak pernah terjadi instan tetapi lewat suatu proses panjang perjuangan ide dan kekuatan massa.

Pada masa depan, gerakan politik bisa berubah, bear kemungkinan tidak dipengaruhi oleh variabel lama tetapi dipengaruhi teknologi digital, perubahan global, serta pertarungan teknologi dan kemunculan ideologi baru.Oleh sebab itu, pemahaman kritis kita terhadap gerakan politik menjadi penting supaya demokrasi tetap berjalan proporsional dan berpihak kepada kepentingan masyaraka

Iklan

iklan