Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Andi Wahyuni Muzakkir Membawa KOHATI inklusif, Dari Ruang Simbolik Menuju Kapasitas Transformatif

13 Okt 2026, Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T14:49:07Z
Sumber:Instagram @andiwhyni
SELAKSA.ID Kepemimpinan KOHATI PB HMI periode 2026-2028 tengah dihadapkan pada kebutuhan untuk mendefinisikan ulang makna keberadaan perempuan dalam gerakan kemahasiswaan. Pencalonan Andi Wahyuni Muzakkir dengan niat pengabdian dan semangat perjuangan untuk menyongsong kepemimpinan yang progresif, inklusif, dan berintegritas, hadir sebagai sebuah tawaran paradigmatik yang patut dikaji secara akademis.

Selama ini, diskursus tentang peran perempuan dalam organisasi kerap kali berhenti pada jargon pemberian ruang. Padahal, dalam perspektif teori pemberdayaan, ruang tanpa kapasitas hanya akan melahirkan partisipasi yang simbolik. 

Inilah relevansi dari keyakinan yang dibawa Andi Wahyuni Muzakkir, bahwa perempuan tidak cukup hanya diberi ruang, tetapi harus diperkuat kapasitasnya untuk mengambil peran dan menentukan arah. Pandangan ini menegaskan pergeseran penting dari politik kehadiran menuju politik keberdayaan, di mana perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai objek kebijakan organisasi, tetapi sebagai subjek yang memiliki otonomi intelektual dan keberanian untuk menentukan arah gerakan.

Ikhtiar tersebut kemudian dirumuskan dalam sebuah gagasan besar yang disebut KOHATI INKLUSIF. Secara filosofis, gagasan ini diarahkan untuk menjawab tiga persoalan mendasar gerakan perempuan hari ini. Pertama adalah soal kaderisasi yang seringkali kehilangan kedalaman nilai. KOHATI INKLUSIF berupaya memperkuat kembali fungsi kaderisasi sebagai proses pembentukan karakter, bukan sekadar formalitas pelatihan. Kedua adalah soal pertumbuhan yang seringkali terhambat oleh kultur organisasi yang eksklusif. 

Melalui pembukaan ruang pertumbuhan yang seluas-luasnya, KOHATI diharapkan menjadi rumah bersama yang mampu merangkul keragaman potensi HMI-Wati di seluruh Indonesia. Ketiga adalah soal pengaruh yang selama ini masih terbatas. Perluasan pengaruh perempuan bagi umat dan bangsa menjadi tujuan akhir dari penguatan internal, sehingga KOHATI tidak hanya besar di dalam, tetapi juga berdampak di luar.

Dengan tagline Membuka Ruang, Menguatkan Kompetensi, Memperluas Pengaruh, Andi Wahyuni Muzakkir menawarkan sebuah model kepemimpinan yang utuh. Membuka ruang adalah prasyarat bagi demokrasi organisasi yang progresif, menguatkan kompetensi adalah jalan untuk memastikan bahwa setiap ruang diisi oleh kualitas yang berintegritas, dan memperluas pengaruh adalah bukti bahwa KOHATI mampu menjawab tantangan keumatan dan kebangsaan. 

Inilah esensi dari kepemimpinan yang tidak hanya progresif dalam gagasan, inklusif dalam sikap, tetapi juga berintegritas dalam tindakan. Sebuah ikhtiar yang tidak hanya relevan untuk KOHATI PB HMI, tetapi juga bagi masa depan gerakan perempuan Indonesia secara keseluruhan.

Iklan

iklan