Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bupati Sinjai Terima 150.000 Dosis Vaksin AI dari Kementan, Tangani Kematian Ribuan Ayam

17 Okt 2026, Oktober 17, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T22:18:51Z

SELAKSA.ID SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai menerima bantuan sebanyak 150.000 dosis vaksin Avian Influenza (AI) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk menangani kasus kematian ayam di wilayah Kabupaten Sinjai.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif melalui akun Instagram pribadinya @ratnawatiarif_.

"Terima kasih atas bantuan 150.000 dosis vaksin Avian Influenza (AI) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, disertai penyerahan disinfektan dan alat pelindung diri (APD) dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros," tulis Bupati Ratnawati.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi cepat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam merespons kasus kematian ayam yang tercatat mencapai 4.940 ekor di Kabupaten Sinjai.

Selain vaksin, bantuan yang diserahkan juga dilengkapi dengan disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD) dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros untuk mendukung proses vaksinasi di lapangan dan mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Pemkab Sinjai memastikan penyaluran bantuan akan segera dilakukan secara bertahap kepada peternak yang terdampak. Pendataan ayam yang akan divaksinasi telah dimulai guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan dapat melindungi usaha peternakan masyarakat.

Kematian 4.940 ekor ayam di Kabupaten Sinjai bukan sekadar angka statistik. Itu adalah jeritan para peternak kecil, hilangnya modal usaha, hilangnya harapan ekonomi keluarga. Di tengah kepanikan akan penyebaran penyakit, kabar baik itu akhirnya datang.

Apa yang menarik dari peristiwa ini? Bukan hanya soal vaksinnya, tapi soal kolaborasinya.

Pertama, ini adalah potret ideal kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Ketika laporan kematian ayam masuk, Kementerian Pertanian Republik Indonesia tidak menutup mata. Respons cepat diberikan. Ditambah dengan peran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros yang juga menyertakan disinfektan dan Alat Pelindung Diri (APD). Ini menunjukkan bahwa sistem kerja antar-instansi berjalan.

Seperti yang disampaikan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, "Saya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas respons cepat pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui instansi terkait dalam memberikan bantuan penanganan kasus tersebut."

Apresiasi itu wajar. Karena di banyak kasus, keterlambatan penanganan wabah ternak justru menjadi biang kerugian yang lebih besar.

Kedua, langkah ini adalah langkah penyelamatan ekonomi rakyat. Ayam bagi masyarakat desa di Sinjai bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan tabungan hidup. Ketika 4.940 ekor mati, artinya ada ratusan keluarga yang terancam kehilangan mata pencaharian. Vaksinasi ini adalah upaya untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit dan melindungi usaha peternakan masyarakat agar tidak kolaps.

Ketiga, yang paling penting adalah komitmen pelaksanaan. Pemerintah Kabupaten Sinjai tidak berhenti pada seremoni penerimaan bantuan. Penyaluran bantuan kepada masyarakat direncanakan mulai Selasa (13/10/2026) dan dilakukan secara bertahap hingga seluruh sasaran selesai. Pendataan ayam yang akan divaksinasi pun telah dimulai. Ini kunci: memastikan program berjalan tepat sasaran, bukan asal sebar.

Bantuan 150.000 dosis ini harus menjadi momentum untuk membangun sistem ketahanan peternakan yang lebih kuat di Sinjai. Edukasi biosekuriti kepada peternak, pengawasan lalu lintas unggas, dan pelaporan dini jika ada kematian mendadak harus terus digalakkan.

Akhirnya, kita belajar bahwa ketika negara hadir dengan cepat, peternak tidak merasa sendirian. Terima kasih Kementerian Pertanian RI, terima kasih BBVet Maros. Tugas kita sekarang adalah mengawal agar 150.000 dosis harapan ini benar-benar sampai ke kandang-kandang warga yang membutuhkan.

Iklan

iklan