Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Hadi Gunawan dan Ikhtiar Membangun Episentrum Persatuan di NTB

14 Okt 2026, Oktober 14, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T09:36:59Z
Aditya Pratama (Direktur Moderat Institute/Mahasiswa Pascasarjana UNJ
SELAKSA.ID‎ Musda DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar tentang siapa yang akan memimpin, melainkan tentang ke mana arah perjuangan akan berlabuh, bagaimana persaudaraan dirawat, dan sejauh mana partai mampu menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.
‎
‎Sebab, partai yang besar bukan hanya yang kokoh dalam barisan, tetapi juga yang berakar di hati rakyat. Bukan sekadar hadir dalam perebutan kekuasaan, melainkan tetap berdiri ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan pengabdian.
‎
‎Dalam momentum ini, nama Irjen (Purn.) Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K. menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam dinamika kepemimpinan DPD Partai Demokrat NTB.
‎
‎Pengalamannya sebagai mantan Kapolda NTB merupakan bagian dari perjalanan pengabdian yang dapat menjadi modal untuk memahami karakter masyarakat, merawat komunikasi, dan membangun jembatan di antara berbagai perbedaan.
‎
‎Namun, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari panjangnya pengalaman atau tingginya jabatan. Ia menemukan makna ketika seseorang mampu mendengar suara yang lirih, merangkul mereka yang terpinggirkan, dan menghadirkan harapan bagi mereka yang menanti perubahan.
‎
‎NTB adalah tanah yang tumbuh dari persaudaraan, dijaga oleh nilai-nilai keagamaan, dan dikuatkan oleh semangat kebersamaan. Di tanah ini, ulama menjadi penuntun moral, pemuda menyimpan harapan masa depan, dan rakyat merupakan akar dari setiap perubahan.
‎
‎Karena itu, DPD Demokrat NTB membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menyatukan kader, tetapi juga merawat hubungan dengan ulama, membuka ruang bagi pemuda, serta menempatkan masyarakat sebagai pusat perjuangan politik.
‎
‎Semangat persatuan yang dibawa Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), semestinya tidak berhenti sebagai semboyan organisasi. Ia harus tumbuh menjadi kesadaran kolektif bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjauh, melainkan ruang untuk saling memahami dan menguatkan.
‎
‎Dalam konteks ini, Hadi Gunawan memiliki peluang untuk mengambil peran sebagai figur pemersatu. Pengalamannya di NTB dapat menjadi bekal untuk membangun komunikasi lintas kelompok, memperkuat soliditas kader, dan menumbuhkan kembali semangat kebersamaan.
‎
‎Sebab, kepemimpinan sejati bukan tentang seberapa banyak orang berdiri di belakang seseorang, melainkan seberapa banyak hati yang bersedia berjalan bersamanya.
‎
‎Demokrat tidak cukup hanya menjadi rumah bagi para kader. Ia harus menjadi ruang bagi tumbuhnya gagasan, tempat bersemainya harapan, dan jalan pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang.
‎
‎Zaman akan berubah, pemimpin akan berganti, dan peta politik akan terus bergerak. Namun, ada sesuatu yang semestinya tidak pernah berubah: kesetiaan kepada rakyat dan keberanian untuk merawat persaudaraan.
‎
‎Musda DPD Demokrat NTB adalah kesempatan untuk menata kembali arah perjuangan, mempertemukan perbedaan, dan meneguhkan bahwa politik pada akhirnya bukan semata tentang kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab terhadap kehidupan banyak orang.
‎
‎Dalam ikhtiar itulah, Hadi Gunawan merupakan sosok yang layak diperhitungkan. Pengalaman pengabdiannya di NTB menjadi modal awal, sementara kemampuan merangkul, integritas, visi, dan komitmennya terhadap kepentingan masyarakat akan menjadi penentu makna kepemimpinannya.
‎
‎Sebab, rakyat tidak selalu mengingat siapa yang paling lantang berbicara, tetapi mereka akan mengingat siapa yang hadir ketika dibutuhkan. Jabatan mungkin memiliki batas waktu, tetapi ketulusan pengabdian dapat tinggal jauh lebih lama di dalam ingatan masyarakat.
‎
‎Pada akhirnya, DPD Demokrat NTB membutuhkan pemimpin yang bukan hanya mampu berdiri di depan, tetapi juga bersedia berjalan bersama. Sosok yang mampu menjadikan persatuan sebagai akar, kepercayaan sebagai jembatan, dan pengabdian sebagai jalan menuju masa depan.
‎
‎Dan Bang Hadi Gunawan, dengan segala pengalaman serta rekam jejak pengabdiannya, jiwa terpanggil untuk mengambil kesempatan  bagian dalam ikhtiar besar tersebut: membangun DPD Demokrat NTB yang lebih solid, merangkul perbedaan, dan semakin dekat dengan hati rakyat.
‎
‎Jakarta, ‎14/10/29 

Iklan

iklan