![]() |
| Sumber: instagram kabsinjai |
Sebagaimana dikutip di RRI, pernyataan tersebut ia sampaikan pada 14 oktober 2026.
Bupati meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
“Jika kualitas udara mulai memburuk dan kabut asap terlihat pekat, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kesehatan diri dan keluarga harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.
Selain itu, orang nomor satu di Sinjai tersebut juga dengan tegas melarang masyarakat melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar, karena dinilai menjadi salah satu pemicu utama pencemaran udara.
“Jangan melakukan pembakaran sampah atau lahan, karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan kita semua. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan udara yang kita hirup tetap bersih,” ujarnya.
Di akhir imbauannya, Bupati Ratnawati menekankan pentingnya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia meminta warga untuk tidak ragu mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
“Lindungi diri, keluarga, dan lingkungan kita. Tetap waspada, kurangi paparan asap, dan segera cari pertolongan medis jika mengalami keluhan kesehatan yang memburuk,” tuturnya.
