SELAKSA.ID Ada pemimpin yang hadir hanya untuk memotong pita. Ada pemimpin yang hadir hanya untuk foto bersama. Dan ada pemimpin yang hadir untuk benar-benar menyalakan semangat.
Senin, 2 November 2026, di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sinjai, kita menyaksikan tipe pemimpin yang ketiga itu.
Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, tidak sekadar melepas kontingen. Beliau melepas dengan hati, melepas dengan pesan, dan melepas dengan amanah. Di hadapan 504 personel kontingen Kabupaten Sinjai, beliau menegaskan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni.
Itu kalimat yang sederhana, tapi di dalamnya ada filosofi kepemimpinan yang dalam.
Karena banyak orang menganggap pelepasan kontingen itu hanya acara formalitas: pasang atribut, serahkan bendera, foto, selesai. Tapi bagi Hj. Ratnawati Arif, pelepasan adalah titik awal perjuangan. Pelepasan adalah momen di mana seorang pemimpin menitipkan nama besar daerahnya kepada pundak-pundak muda yang akan bertanding.
Dan beliau melakukannya dengan penuh ketulusan.
Pertama, beliau hadir sebagai ibu bagi atletnya.
Bayangkan, 353 atlet, 205 putra dan 148 putri, akan berangkat jauh dari rumah ke Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo untuk bertarung di Porprov XVIII Sulawesi Selatan, 7-14 November 2026. Mereka akan bertanding di 27 cabang olahraga dari 48 cabang yang dipertandingkan.
Mereka bukan atlet profesional dengan fasilitas mewah. Sebagian besar mereka adalah anak-anak Sinjai yang berlatih dengan keterbatasan, dengan semangat, dengan mimpi untuk membuat orang tuanya bangga.
Ketika Bupati Ratnawati memasangkan atribut kontingen secara simbolis kepada perwakilan atlet, itu bukan sekadar simbol. Itu adalah pelukan seorang pemimpin kepada anak-anaknya. Itu adalah pesan: "Kalian tidak berangkat sendiri. Ada Bupati kalian, ada pemerintah kalian, ada seluruh masyarakat Sinjai yang mendoakan kalian."
Pemimpin seperti ini yang dirindukan masyarakat. Pemimpin yang tidak menjaga jarak, tapi merangkul. Pemimpin yang tidak hanya memerintah dari balik meja, tapi turun dan menyentuh langsung denyut nadi perjuangan rakyatnya.
Kedua, beliau memimpin dengan angka, bukan hanya dengan kata-kata.*
Kontingen Sinjai tahun ini bukan kontingen kecil-kecilan. Total 504 personel. Terdiri dari 353 atlet, 36 pelatih, 9 mekanik, 27 manajer, ofisial dan pendamping cabang olahraga, serta unsur panitia kontingen.
Angka 504 itu adalah bukti kerja nyata. Itu bukti bahwa pembinaan olahraga di era Ratnawati Arif berjalan secara sistematis dan serius. Tidak mungkin sebuah daerah bisa memberangkatkan 504 orang tanpa perencanaan, tanpa anggaran yang dikelola dengan baik, tanpa pembinaan yang berkelanjutan, dan tanpa komitmen yang kuat dari kepala daerahnya.
Di tengah banyak daerah yang mengeluh soal keterbatasan anggaran, Sinjai justru mampu menunjukkan keseriusan. Ini karena Bupati Ratnawati paham, olahraga bukan biaya. Olahraga adalah investasi. Investasi untuk kesehatan generasi muda, investasi untuk karakter, investasi untuk masa depan daerah.
Anak yang dibina di lapangan olahraga akan tumbuh menjadi anak yang disiplin, yang menghargai proses, yang tidak mudah menyerah, dan yang tahu arti kerja keras. Itulah yang sedang dibangun oleh Bupati Ratnawati Arif di Sinjai.
Ketiga, beliau menanamkan mental juara, bukan mental asal ikut.*
Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menegaskan bahwa kontingen ini mengemban amanah untuk membawa nama daerah dan mengharumkan Kabupaten Sinjai di tingkat provinsi.
Itu adalah pesan mental yang sangat penting. Beliau tidak mengatakan "yang penting ikut". Beliau mengatakan "harumkan nama daerah". Artinya, beliau menuntut kesungguhan. Beliau menuntut totalitas. Beliau menuntut agar setiap atlet yang bertanding, bertanding dengan segenap jiwa raga.
Dan pada saat yang sama, beliau juga memberikan kepercayaan penuh. Ketika bendera kontingen diserahkan kepada Ketua Kontingen, Andi Ilham Abubakar, itu adalah simbol kepercayaan. Kepercayaan bahwa kontingen ini mampu menjaga nama baik Sinjai, bukan hanya di arena pertandingan, tapi juga di luar arena: dalam sikap, dalam sportivitas, dalam pergaulan, dalam cara menghormati tuan rumah di Bone dan Wajo.
Inilah kepemimpinan yang seimbang: tegas dalam menuntut prestasi, tapi lembut dalam memberikan dukungan.
Keempat, beliau menjadikan olahraga sebagai pemersatu.
Sinjai adalah daerah yang beragam. Ada banyak latar belakang, banyak kampung, banyak sekolah, banyak komunitas. Tapi di momen Porprov ini, semua perbedaan itu dilebur menjadi satu: Sinjai.
Tidak ada lagi atlet dari kecamatan ini atau kecamatan itu. Yang ada hanya satu nama: Sinjai.
Dan Bupati Ratnawati Arif berhasil menjadikan momentum pelepasan ini sebagai momentum persatuan. Di Pendopo Rumah Jabatan, semua berkumpul, semua satu tujuan, semua satu semangat. Itulah kekuatan seorang pemimpin yang mampu merajut kebersamaan.
Kita harus jujur mengakui, tidak semua kepala daerah memiliki kepekaan seperti ini. Ada yang menganggap olahraga sebagai urusan sekunder, urusan yang bisa ditunda, urusan yang tidak menghasilkan citra politik. Tapi Ratnawati Arif justru sebaliknya. Beliau menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan manusia.
Beliau paham, membangun Sinjai tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan gedung. Membangun Sinjai juga harus dengan membangun manusia-manusianya. Dan olahraga adalah salah satu jalan terbaik untuk membangun manusia yang sehat, kuat, dan berkarakter.
Untuk 504 Pejuang Sinjai
Kepada 353 atlet kita, ingatlah pesan Bupati kalian. Kalian membawa amanah. Di pundak kalian ada doa ribuan masyarakat Sinjai. Bertandinglah dengan jujur, bertandinglah dengan berani, bertandinglah dengan sportivitas.
Medali itu penting, tapi yang lebih penting adalah kalian pulang dengan kepala tegak, karena kalian sudah berjuang sekuat tenaga.
Kepada 36 pelatih, 9 mekanik, 27 manajer dan seluruh ofisial, jagalah atlet-atlet kita. Jadilah pelindung mereka. Pastikan mereka makan dengan baik, istirahat dengan cukup, dan bertanding dengan tenang.
Kepada masyarakat Sinjai, mari kita dukung kontingen kita. Bukan hanya dengan menonton, tapi dengan mendoakan. Kirimkan doa terbaik untuk mereka setiap hari selama 7-14 November 2026 nanti.
Dan kepada Bupati Hj. Ratnawati Arif, terima kasih.
Terima kasih karena telah hadir bukan sebagai pejabat, tapi sebagai ibu. Terima kasih karena telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang baik itu bukan yang paling banyak bicara, tapi yang paling banyak memberi dukungan nyata.
Terima kasih karena telah membuat 504 orang itu merasa bahwa mereka penting, bahwa perjuangan mereka dihargai, dan bahwa daerah mereka bangga kepada mereka.
Sinjai hari ini tidak hanya mengirimkan kontingen olahraga. Sinjai mengirimkan pesan kepada seluruh Sulawesi Selatan: bahwa di bawah kepemimpinan Hj. Ratnawati Arif, Sinjai adalah daerah yang serius membina generasi mudanya, daerah yang kompak, dan daerah yang siap bersaing dengan terhormat.
Selamat berjuang, Kontingen Porprov XVIII Sinjai!
Bawa pulang medali, bawa pulang kebanggaan, dan bawa pulang cerita bahwa kalian pernah membuat Bupati dan seluruh masyarakat Sinjai tersenyum bangga.
Sinjai Bisa. Sinjai Juara. Sinjai Bermartabat di Bawah Kepemimpinan Ratnawati Arif.
