Pernyataan tersebut ia sampaikan pada acara talk show tvOne bersama mahasiswa BEM UI fatimah Azzahra pada jumat 16/7/2026
"Bantuan dari pemerintah atau perlinsos itu kepada keluarga-keluarga Indonesia, terutama yang kurang sejahtera itu sangat banyak," ungkapnya (16/7/2027).
Ia menjelaskan bahwa komitmen pemerintah mengucurkan anggaran triliunan sebagai bentuk komitmen membantu masyarakat yang belum mampu secara ekonomi.
"Pemerintah mengalokasikan anggaran. perlindungan sosial (perlinsos) sebesar sekitar Rp1.300 triliun dari total anggaran Rp3.500 triliun untuk membantu keluarga kurang sejahtera di Indonesia," ujarnya.
Direktur Indo barometer tersebut juga menjelaskan Presiden Prabowo juga menaruh perhatian pada upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran negara. Salah satu langkah pemerintah adalah penerapan badan ekspor satu pintu untuk mengurangi kebocoran anggaran.
"Presiden Prabowo berfokus pada strategi mengurangi kebocoran anggaran. Salah satu caranya adalah melalui penerapan badan ekspor satu pintu, yang berpotensi menyumbang Rp500 triliun per tahun untuk fasilitas sosial," jelasnya.
Qodari juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi perekonomian Indonesia. Ia menilai, pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
"Meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia naik 5% setiap tahun, jumlah kelas menengah justru menurun dan jumlah kelompok hampir miskin malah bertambah," tuturnya.
