Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Bakom RI: Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Terdampak Erupsi, Tegaskan Akurasi Data Desil dan Manfaat Diplomasi ke Rusia

7 Sep 2026, September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T11:54:01Z

SELAKSA.ID
 Muhamad Qodari, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik menyampaikan penjelasan pemerintah terkait tiga isu utama pada Senin 7, September 2026, penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, pemutakhiran desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Pemerintah menyampaikan empati mendalam kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.  

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, termasuk dalam setiap penyesuaian aktivitas penerbangan dan pelayaran. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, waspada, dan hanya merujuk pada informasi resmi,”ungkapnya sebagaimana dikutip dalan akun Youtube Bakom Ri pada Senin (7/9/2026)
 
Menyikapi pro-kontra perubahan desil, Bakom RI menegaskan desil bukan label permanen melainkan bagian dari pemetaan kondisi sosial ekonomi.  

“Desil merupakan salah satu informasi saja di dalam DTSEN. Angka desil bukanlah penentu tunggal seseorang menerima atau tidak menerima bansos. Perubahan desil tidak otomatis berarti kehilangan hak atas program sosial,” jelasnya.

Pemerintah sedang membangun digitalisasi perlindungan sosial agar penyaluran bantuan lebih terintegrasi dan akurat. Masyarakat juga dapat mengajukan usul sanggah melalui Cek Bansos, SIKS-NG, dan Cek DTSEN BPS.  
Contohnya, kasus Pak Timbul pengemudi becak asal Kulonprogo yang awalnya masuk desil 9 kini telah dimutakhirkan ke desil 3.

Menjawab pertanyaan publik soal kunjungan Presiden ke Vladivostok sebagai tamu kehormatan Eastern Economic Forum ke-11, Bakom RI menegaskan agenda luar negeri diarahkan untuk membuka peluang ekonomi.
  
“Sebelum berangkat, Presiden memastikan penanganan isu domestik seperti Karhutla di Kalimantan dan gempa di NTT berjalan. Di forum EEF, Presiden mengajak investasi ke Indonesia dan menggandakan perdagangan dengan Rusia jika kerja sama IEU-EAEU berlaku,” katanya.

Bakom RI menegaskan, mengatasi masalah dalam negeri dan diplomasi luar negeri dilakukan bersamaan. “Semua untuk menyejahterakan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Iklan

iklan