Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Diplomat Perempuan Indonesia Kian Diperhitungkan, Pusat Kajian Perempuan Indonesia, Kemlu RI, and UI Gelar Webinar Nasional

10 Sep 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T15:14:32Z
Faradila Saharani, Founder Pusat Kajian Perempuan Indonesia
SELAKSA.ID Jakarta — Pusat Kajian Perempuan Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Universitas Indonesia sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk "Navigasi Karir dan Tantangan Diplomat Perempuan Indonesia di Arena Global" pada Kamis (10/09/2026). 

Acara yang berlangsung secara daring mulai pukul 15.00 WIB ini menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga pemerhati isu perempuan dan diplomasi internasional.

Webinar ini dibuka secara resmi melalui keynote speech oleh Faradila Saharani, S.H. selaku Founder Pusat Kajian Perempuan Indonesia. Dalam pandangannya, Jihan menekankan bahwa kehadiran perempuan di kancah diplomasi internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kekuatan esensial dalam membawa nilai-nilai perdamaian, empati, dan ketegasan.

”Perempuan Indonesia memiliki ketangguhan dan kepekaan diplomasi yang luar biasa alami. Tantangan global hari ini menuntut kehadiran lebih banyak suara perempuan di meja perundingan internasional untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dengan perspektif yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ungkap Jihan dalam pemaparannya.

Diskusi interaktif kemudian dipandu dengan apik oleh Dian Dewi Mirza selaku moderator, sebelum memasuki sesi inti pemaparan materi dari dua narasumber terkemuka:
 
Siti Nugraha Mauludiah, M.A. (Duta Besar Indonesia untuk Denmark dan Lithuania), yang membedah realitas tantangan serta dinamika menjadi perwakilan RI di kancah global, sekaligus membagikan strategi praktis dalam menavigasi karir diplomasi di tengah perbedaan budaya dan politik internasional.
 
Prof. Dr. Dra. Ani Widyani, M.A. (Guru Besar FISIP Universitas Indonesia), yang mengupas dimensi akademik serta pentingnya penguatan perspektif gender dalam merumuskan kebijakan luar negeri Indonesia yang progresif.

Melalui penyelenggaraan webinar ini, para narasumber sepakat bahwa regenerasi diplomat perempuan yang tangguh sangat krusial. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga mampu memantik motivasi generasi muda, khususnya kaum perempuan Indonesia, untuk berani melangkah meniti karir dan mengambil peran sebagai pengambil kebijakan di panggung global.

Iklan

iklan