Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

DPRD Makassar Kawal Distribusi Air Bersih, Intake Manggala Atasi Krisis di 6 Kecamatan Utara

9 Sep 2026, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-09T12:18:09Z
H. Ismail, Anggota DPRD kota Makassar Fraksi Golkar
SELAKSA.IDDPRD Kota Makassar melalui Komisi B terus mengawal distribusi air bersih selama musim kemarau 2026. Pengoperasian intake Manggala sejak Juli 2026 dinilai menjadi solusi utama untuk mengatasi kekeringan yang selama ini dikeluhkan warga di wilayah utara Kota Makassar.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, H. Ismail, mengatakan keluhan warga terkait keterlambatan distribusi dan kekeringan sangat tinggi sebelum intake Manggala beroperasi. Hampir setiap minggu bahkan setiap hari ada laporan masuk melalui WhatsApp.

"Waktu kami belum buka Intake Manggala ini, iya hampir tiap minggu tiap hari datang ada WA masuk. Tapi alhamdulillah setelah intake Manggala dibuka, jadi debit air itu sudah kurang lebih 300 liter/detik masuk ke utara kota. Perlahan-lahan sudah bisa memenuhi kebutuhan di sana," ujar Ismail dalam podcast Harian Rakyat Sulsel, Pada (15/8/2026).

Menurutnya, Komisi B sudah melakukan RDP dan peninjauan langsung ke lapangan sejak direksi PLT PDM Makassar dilantik. Komisi B memberi target 2 bulan untuk merealisasikan solusi. Hasilnya, uji coba intake Manggala dimulai 30 Juni dan mulai dinikmati warga pada Juli.

Ismail menyebut ada 6 kecamatan di utara kota yang paling terdampak kekeringan selama kemarau, yakni Tamalate, Biringkanaya, Panakkukang, Manggala, Tallo, dan Ujung Tanah. Penyebab utama karena sumber air baku dari Lepo-Lepo dan Kabupaten Maros yang mulai kering.

Selain penambahan debit air, Komisi B juga menyoroti kondisi pipa-pipa tua yang sudah puluhan tahun dan perlu peremajaan. Ketinggian rumah warga yang terus naik juga membuat tekanan air sulit masuk tanpa pompa tambahan. 

"Rata-rata masyarakat utara kota itu masih memerlukan pompa untuk menarik ke dalam rumahnya," jelasnya.

Untuk antisipasi darurat, Komisi B mendorong PDM menyiapkan mobil tangki air. Ismail mengaku langsung menghubungi lurah di wilayah terdampak agar bantuan tangki segera dikirim.

Ke depan, Komisi B akan terus memantau hingga ke tingkat RW. Dua kelurahan yang masih menjadi perhatian adalah Kelurahan Tallo dan Kelurahan Buloa. Kelurahan Tallo sudah 20 tahun lebih tidak teraliri PDM, sementara di Buloa jaringan PDM sudah putus dan warga mengandalkan sumber mandiri.

Ismail juga meminta PDM fokus pada perekrutan tenaga teknik lapangan, bukan hanya administrasi. Menurutnya pelayanan air adalah pekerjaan 24 jam sehingga respon terhadap aduan harus cepat.

Terkait anggaran, ia menyebut PDM tidak memiliki masalah. Yang terpenting adalah memaksimalkan pelayanan. "Kamu tidak usah bercerita soal keuntungan ke saya. Cerita ke saya seberapa maksimal kamu pelayanan ke masyarakat, itu yang kami awasi," tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar di bawah Wali Kota Munafri Arifuddin juga telah memerintahkan pengerukan kanal-kanal sumber air baku yang terakhir dikeruk pada 1979. Selain itu, program pengeboran dalam hingga 100 meter dan sambungan gratis juga sudah dilakukan di wilayah kekeringan seperti Tallo dan Ujung Tanah.

Ismail mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air selama musim kemarau. Ia menyebut intake Manggala baru tahap awal dan target debit bisa mencapai 500 liter/detik. Namun hal itu harus dibarengi dengan inventarisasi jaringan pipa lama agar tidak terjadi kebocoran.

"Ini kemarau panjang sebenarnya uji coba untuk PDM, sampai sejauh mana distribusi air bersih ini. Alhamdulillah dengan adanya intake Manggala, kebutuhan utara kota insyaallah sudah bisa dipenuhi," tutupnya.

Iklan

iklan