SELAKSA.ID Banda Aceh — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi tempe Saudara Ferdi menyatakan tidak mendukung wacana penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kantin sekolah. Mereka berharap program MBG tetap disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UMKM lokal sebagai salah satu pemasok bahan pangan.
Dari sudut pandang pelaku UMKM tempe, keberadaan salah satu SPPG Aceh Selatan Meukek Tanjung Harapan memberikan peluang bagi usaha kecil untuk ikut ambil bagian dalam rantai pasok program pemerintah. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat menjadi pasar yang berkelanjutan bagi produsen tempe di daerah.
“Kami sebagai pelaku UMKM tempe lebih mendukung MBG tetap melalui SPPG. Selama ini SPPG membuka peluang bagi usaha kecil seperti kami untuk menjadi bagian dari penyedia bahan makanan. Kalau dialihkan ke kantin sekolah, kami khawatir kesempatan UMKM lokal untuk memasok produk menjadi lebih terbatas,” ujar salah seorang pelaku UMKM tempe.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan bergizi kepada siswa, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila bahan pangan yang digunakan berasal dari produksi lokal.
Tempe sebagai salah satu sumber protein nabati dinilai memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha produsen tempe. Dengan adanya permintaan yang stabil, UMKM dapat meningkatkan produksi, mempertahankan tenaga kerja, serta mengembangkan usahanya.
Pelaku UMKM juga menilai bahwa apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan MBG melalui SPPG, solusi yang diperlukan adalah evaluasi dan perbaikan sistem, bukan mengganti mekanisme penyalurannya.
“Kami tidak mengatakan sistem SPPG sudah sempurna. Tentu masih ada yang perlu diperbaiki. Tetapi bagi kami, yang penting adalah bagaimana SPPG dibenahi dan UMKM lokal tetap diberi ruang untuk terlibat,” tambahnya.
Pelaku UMKM tempe berharap pemerintah mempertahankan pola kerja sama antara SPPG dan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yaitu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sekaligus membantu menggerakkan perekonomian UMKM di daerah.
“Kami mendukung MBG tetap melalui SPPG. Kami juga siap mendukung dari sisi penyediaan tempe dan bahan pangan lokal selama ada kerja sama yang baik, transparan, dan sesuai standar yang ditetapkan,”tegasnya.
Rilis Pelaku UMKM Tempe