![]() |
| Kelangkaan BBM di Makassar |
Pertemuan strategis itu berlangsung di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Jalan Garuda, Kecamatan Mamajang, Jumat 11 September 2026. Hadir dalam pertemuan tersebut Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deni Suketar, Wali Kota Makassar Melavari, Sekretaris Daerah Andi Zulkifli Nanda, dan sejumlah pejabat Pemkot Makassar.
Tambah Jam Operasional Jadi Langkah Awal
Saat ini Pertamina mencatat sudah ada 25 SPBU di Makassar dan sekitarnya yang beroperasi 24 jam. Ke depan, jumlah itu akan bersifat dinamis dan bisa bertambah sesuai tingkat kepadatan antrean di lapangan.
"Kita menyiapkan stok dan menyalurkan terus berkepanjangan tidak putus melalui juga SPBU yang kita buka 24 jam," ujar Deni Suketar kepada wartawan usai pertemuan.
Langkah ini diambil setelah warga mengeluh harus menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan datang sejak dini hari, demi mendapatkan BBM. Dampaknya dirasakan pengemudi angkutan barang, ojek online, hingga pengguna kendaraan pribadi.
Klasterisasi Antrean dan Dukungan Pemkot
Selain menambah jam operasional, Pertamina juga akan melakukan klasterisasi antrean. Pemisahan antrean antara kendaraan roda dua, mobil pribadi, dan kendaraan besar seperti truk logistik akan dikoordinasikan bersama Organda agar arus di SPBU lebih tertib.
Wali Kota Makassar menyatakan siap mendukung. Pemkot akan membentuk Satgas Gabungan untuk membantu menertibkan antrean dan mengatur lalu lintas di sekitar SPBU agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
"Kami apresiasi dukungan Pak Wali beserta jajaran Kota Makassar untuk turut bekerja sama berkoordinasi dengan kami," kata Deni. Ia juga menyebut Pemkot menawarkan bantuan petugas jika SPBU kekurangan SDM.
Suplai BBM Ditingkatkan
Untuk menekan kelangkaan, Pertamina sudah menambah penyaluran BBM. Data sementara menunjukkan penyaluran solar naik sekitar 15% dari kondisi normal, sementara Pertalite naik 8% hingga 10% dalam beberapa hari terakhir.
Deni mengakui antrean panjang membuat stok di SPBU lebih cepat habis. "Begitu antriannya panjang dan juga stoknya akan lebih cepat habis. Nah ini yang kita perlu atur sama-sama," jelasnya.
Penyebab antrean, menurut Pertamina, tidak tunggal. Ada faktor peningkatan kebutuhan, disparitas harga, hingga pola antre yang belum tertata.
Komitmen Percepat Normalisasi
Pertamina menargetkan kondisi antrean bisa segera reda melalui 3 langkah utama: menambah suplai, menambah jam operasional SPBU, dan berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk penertiban.
"Kami berupaya bersama pemerintah kota juga pemerintah provinsi secepat-cepatnya kita akan tanggulangi. Kami juga berharap ini kondisi ini bisa segera reda semuanya kembali," tegas Deni.
Pemkot dan Pertamina mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban dan tidak melakukan penimbunan. Informasi gangguan di lapangan juga diharapkan segera disampaikan agar bisa direspons cepat.
Dengan skema perluasan layanan 24 jam dan pengaturan klaster ini, diharapkan stabilitas stok BBM di Makassar bisa pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal dalam waktu dekat.
