![]() |
| Ratu Nisya Yulianti, calon Ketua Umum Korps HMI-Wati |
Sosok Ratu Nisya mulai diperhitungkan sebagai kandidat kuat untuk memimpin organisasi otonom HMI yang fokus pada pemberdayaan kader perempuan tersebut.
Saat ditemui di Tangerang, Rabu (21/10/2026), Ratu Nisya menegaskan visinya untuk membawa Kohati menjadi organisasi yang lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan zaman.
"Bagi saya, penguatan Kohati bukan sekadar memperbanyak program kerja, tetapi bagaimana organisasi mampu menjawab kebutuhan kader dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ratu Nisya.
Perempuan yang sudah menjadi yatim piatu sejak usia 6 tahun itu menjelaskan, ia telah merumuskan 8 pilar sebagai arah gerakan Kohati ke depan. Menurutnya, pilar-pilar tersebut harus saling terhubung dan menjadi kompas yang jelas bagi seluruh kader.
"Delapan pilar ini harus saling terhubung dan menjadi arah gerakan yang jelas. Kita ingin kader tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas, kemandirian, dan kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya," ucapnya.
Ratu Nisya menekankan bahwa orientasi gerakan Kohati tidak boleh terjebak pada kuantitas kegiatan semata. Keberhasilan program harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh kader dan masyarakat luas.
"Keberhasilan program juga perlu dilihat dari dampaknya, bukan hanya dari banyaknya kegiatan yang terlaksana," pungkasnya.
Masuknya nama Ratu Nisya Yulianti dalam bursa Caketum Kohati PB HMI diharapkan mampu membawa warna baru dan memperkuat peran perempuan dalam tubuh HMI serta kontribusi sosial di tengah masyarakat.
