Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Peringati Bulan Bung Karno, Obet Rumbruren Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Papua Barat

8 Jul 2026, Juli 08, 2026 WIB Last Updated 2026-07-08T08:39:48Z
Narasi Singkat Juni Bulan Bung Karno Dengan Acara Doa Bersama Memperingati Haul Bung Karno Di Daerah Pemilihan Papua Barat Tahun 2026
SELAKSA.ID Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Papua Barat, Obet Rumbruren, mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali pemikiran dan warisan perjuangan sang proklamator, Bung Karno. Hal ini disampaikannya dalam momen peringatan Bulan Bung Karno yang bertepatan dengan Haul ke-56 wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.

Menurut Obet, bulan Juni memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Selain menjadi bulan kelahiran Bung Karno dan lahirnya Pancasila, Juni juga menjadi momen untuk mengenang wafatnya sang penemu bangsa (founding father).

"Juni adalah bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Di bulan inilah Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901, dan di bulan yang sama pula lahir gagasan besar Pancasila. pada 1 Juni 1945 melalui pidato bersejarahnya di sidang BPUPKI. Karena itu, Juni dikenal luas sebagai Bulan Bung Karno. Bulan refleksi atas pemikiran, perjuangan, dan warisan sang proklamator bagi kemerdekaan dan persatuan Indonesia," ungkap Obet Rumbruren tanggal (27/juni/2026).

Ia menambahkan, peringatan Haul Bung Karno setiap tanggal 21 Juni tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial untuk mengenang kepergian beliau pada tahun 1970 silam. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pelecut untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan.

"Di penghujung bulan ini pula, setiap tanggal 21 Juni, bangsa Indonesia memperingati Haul Bung Karno, mengenang wafatnya sang founding father pada 1970. Haul ini bukan sekadar mengenang kepergian, melainkan momentum untuk menghayati kembali ajaran-ajarannya tentang persatuan dalam kebhinekaan, kemandirian bangsa (berdikari), gotong royong, dan keberpihakan pada rakyat kecil. Nilai-nilai yang tetap relevan dalam menjawab tantangan bangsa hari ini," pungkasnya.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah timur Indonesia, Obet menegaskan bahwa api perjuangan Bung Karno harus dimanifestasikan dalam kerja nyata, khususnya dalam mengawal program-program yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat, kegiatan ini menegaskan komitmen untuk terus menjaga api perjuangan Bung Karno, terutama dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua Barat di tingkat DPR RI, Mulai dari isu kesehatan, ketenagakerjaan, hingga afirmasi pembangunan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar," ujarnya.

Rangkaian kegiatan doa bersama yang digelar dalam rangka peringatan ini ditutup dengan harapan besar agar nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan Bung Karno dapat terus menjiwai arah pembangunan di Papua Barat demi mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan sesuai cita-cita Proklamasi 1945.

"Doa bersama ini ditutup dengan harapan agar semangat kebangsaan Bung Karno terus hidup dalam setiap langkah pembangunan di Papua Barat, menuju masyaraka yang adil, makmur, dan sejahtera sebagaimana cita-cita Proklamasi 1945," jelasnya.

Iklan

iklan