Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Saling Bantah: JD Vance dan Abbas Araghchi Lempar Tuduhan Pelanggaran

10 Jul 2026, Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T12:18:09Z

SELAKSA.ID Ketegangan hubungan diplomatik antara Amerika dan Iran kembali pada tahap menegangkan setelah pejabat tinggi dari kedua negara saling melemparkan tuduhan tentang pelanggaran komitmen internasional. Perbedaan pandangan yang mendalam tersebut mencerminkan dinding ketidakpercayaan yang membentang luas antara pamansam dan bekas bangsa persia tersebut.

AS menyebut Iran Ingkar Janji Soal Blokade Kapal, dimana JD vince Wakil Presiden Amerika Serikat, membuka rentetan kritik dengan menuduh pihak pihak iran sudah melanggar kesepakatan maritim yang baru saja disetujui. Dalam pernyataannya pada Kamis (9/7/2026), Vance menegaskan bahwa komitmen untuk menghentikan aksi militer di jalur laut telah dikhianati hanya dalam hitungan hari.

"Kesepakatannya adalah untuk mencabut blokade dan menghentikan penembakan kapal. Mereka berjanji. Seminggu kemudian mereka kembali menembak kapal," Wakil Presiden AS JD Vance (9/7/2026).

Iran kembali menuduh amerika melanggar perjanjian gencatan Senjata di Lebanon. Tidak butuh waktu lama bagi iran dalam merespons. Abbas Araghchi, dalam waktu cepat langsung membantah dengan keras atas tuduhan AS. Menteri luar negeri iran balik menuduh bahwa pihak sekutu Washington yang justru melakukan melanggar kesepakatan tentang penghentian serangan di Lebanon, bahkan dalam waktu yang sangat singkat setelah komitmen disepakati.

"Kesepakatannya adalah untuk menghentikan penembakan terhadap Lebanon. Mereka berjanji. Lima menit kemudian mereka kembali menembak." Bantahan menteri luar negeri iran, Kedua pejabat tersebut saling melontarkan tuduhan yang sangat bertentangan, menyoroti perbedaan pendapat yang mendalam antara Washington dan Teheran," Abbas Araghchi.


Iklan

iklan